Penggali Emas di Sudan Hancurkan Situs Arkeologi Berusia 2.000 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 18 2268958 penggali-emas-di-sudan-hancurkan-situs-arkeologi-berusia-2-000-tahun-7qJNgpGwYV.jpg Foto: Topsky.sk.

KHARTOUM - Sebuah situs bersejarah berusia 2.000 tahun, sekira 270 kilometer dari Ibu Kota Sudan, Khartoum, telah digali dan ditinggalkan dalam keadaan rusak. Arkeolog Sudan mengatakan bahwa perusakan itu dilakukan oleh orang-orang yang menggali emas.

“Satu-satunya tujuan mereka menggali di sini adalah untuk mendapatkan emas. Mereka melakukan pekerjaan yang gila dan untuk mengisi waktu mereka menggunakan truk-truk besar,” kata Ahli Arkeologi Habab Idris Ahmed sebagaimana dilansir Middle East Monitor. Ahmed telah bekerja di situ itu pada 1999 dengan misi dari Museum Universitas Boston, Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: Relawan Temukan 425 Koin Emas Dinasti Abbasiyah dalam Penggalian di Israel

Tim Ahmed menemukan dua mesin penggali dan lima orang yang mengerjakannya, telah selesai menggali lubang sedalam 17 meter dan lebar 20 meter. Mereka juga melihat jejak truk yang mengangkut peralatan pengeboran.

Hampir tidak ada yang tersisa dari situs yang berasal dari era Kerajaan Meroe, yang ada di Sudan selama 700 tahun, dari 350 SM hingga 350 M. Situs itu adalah sisa-sisa sebuah pemukiman kecil atau pos pemeriksaan untuk mengamankan perbatasan kerajaan.

Direktur Otoritas Umum untuk Purbakala dan Museum Sudan, Hatem Al-Nour mengatakan bahwa para penggali mengira ada emas di lokasi situs itu karena detektir logam mereka bereaksi.

BACA JUGA: Arkeolog Temukan Sisa-Sisa Kota Kuno Berusia 5.000 Tahun

“Tanah (di lokasi) terbuat dari batu pasir Nubian dan dilapisi dengan lapisan karat, detektor logam yang mereka gunakan mengeluarkan suara karena batunya mengandung besi, jadi mereka mengira ada emas, jadi mereka terus menggali," ujarnya.

Meskipun beberapa pelaku ditangkap, mereka hanya ditahan beberapa jam sebelum dibebaskan tanpa dakwaan. Mereka juga dapat mengambil kembali alat-alat penggalian mereka.

Profesor Arkeologi di Universitas Warsawa dan mantan ahli di Otoritas Barang Antik Sudan, Mahmoud Al-Tayeb, mengatakan bahwa para penggali liar itu seharusnya dipenjara dan kendaraan mereka disita.

“Penjahat sebenarnya adalah bosnya. Tapi tampaknya dia memiliki hubungan baik dengan otoritas yang lebih tinggi. "

Sudan berada di peringkat ketiga di antara produsen emas di Afrika, di belakang Afrika Selatan dan Ghana. Total pendapatannya dari logam mulia tahun lalu berjumlah $ 1,22 miliar, menurut bank sentral.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini