RSUD Nganjuk Investigasi Kasus Kelahiran Bayi Perempuan yang Disebut Laki-Laki saat Meninggal

Mukhtar Bagus, iNews · Selasa 01 September 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 519 2270785 rsud-nganjuk-investigasi-kasus-kelahiran-bayi-perempuan-yang-disebut-laki-laki-saat-meninggal-5GkYpLKwTC.jpg Humas RSUD Nganjuk Eko Santoso. Foto: Mukhtar Bagus

NGANJUK – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk menginvestigasi kasus kelahiran bayi perempuan yang belakangan disebut laki-laki.

“RSUD melakukan audit investigasi internal yang dilakukan tim etik rumah sakit. Prosesnya sedang berjalan, kita tunggu itu,” ujar Humas RSUD Nganjuk Eko Santoso, Selasa (1/9/2020).

Ia melanjutkan, setelah hasil investigasi keluar, maka pihak RSUD Nganjuk akan menentukan langkah selanjutnya. Eko berharap investigasi tersebut tuntas secepatnya.

“Saya lihat dulu, nunggu hasilnya dulu dari tim audit. Secepatnya dan ini lagi proses ini,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah ada sanksi jika nantinya ada kelalaian dalam proses penetapan jenis kelamin bayi yang baru lahir, Eko belum bisa menjawab.

Ia hanya mengatakan rekomendasi tindakan selanjutnya hanya dapat dirumuskan setelah investigasi selesai. “Rekomendasinya itu nanti melihat bagaimana hasilnya (tim audit),” ucap Eko.

Sebelumnya warga Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, yaitu pasangan Feri Sujarwo dengan Arum Rosalina mendapati bayinya ternyata laki-laki. Hal itu diketahui saat bayi tersebut meninggal dunia, tepatnya saat dimandikan untuk dimakamkan.

Baca Juga: Heboh Kelahiran Bayi Perempuan, Namun Setelah Meninggal Dunia Ternyata Laki-Laki 

Padahal menurut Feri, pihak RSUD Nganjuk pada awalnya mengatakan bayinya perempuan dan ia langsung mengurus akta kelahiran. Namun belum juga bayi itu dibawa pulang, kesehatannya menurut hingga kritis.

Kemudian dinyatakan meninggal dunia, lalu diketahui berjenis kelamin laki-laki saat hendak dimakamkan. Atas kasus ini, Feri membawa pengacaranya untuk mengusut kasus ini.

“Yang jelas kami dirugikan baik secara matril maupun imateril. Secara materil nanti kami hitung. Secara materil kami merasa was-was merasa resah telah kehilangan seorang anak yang dicintai,” ujar pengaca Prayogo selaku pengacara Feri.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini