Kronologi Kasus Bayi Perempuan Dinyatakan Laki-Laki saat Meninggal Dunia

Mukhtar Bagus, iNews · Selasa 01 September 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 519 2270822 kronologi-kasus-bayi-perempuan-yang-dinyatakan-laki-laki-saat-meninggal-dunia-HrJ5jFY38S.jpg Foto bayi laki-laki meninggal dunia ditunjukkan oleh keluarga. Awalnya bayi itu disebutkan oleh pihak RSUD Nganjuk sebagai bayi perempuan. Foto: Mukhtar Bagus.

NGANJUK - Lahir dan wafatnya seorang bayi merupakan suatu kejadian biasa. Namun menjadi heboh ketika bayi terlahir perempuan lalu saat wafat ternyata didapati berkelamin laki-laki.

Hal itulah yang terjadi di Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. Pihak RSUD mengatakan bayi dari pasangan Feri Sujarwo dan Arum Rosalina lahir berjenis kelamin perempuan, dan belakangan didapati berjenis kelamin laki-laki.

Feri Sujarwo memaparkan kronologi kasus tersebut. Ia mendapat pemberitahuan dari pihak RSUD Nganjuk bahwa anaknya yang dilahirkan pada 18 Agustus 2020 berjenis kelamin perempuan.

Namun sang bayi harus dimasukan ke inkubator karena belum cukup umur. Sementara ibunya langsung diperbolehkan pulang keesokannya.

Kemudian pada 19 Agustus 2020, berbekal surat keterangan lahir yang diberikan rumah sakit, Feri langsung mengurus akta kelahiran. Kemudian mendaftarkan putri barunya ke dalam kartu keluarga (KK) diberi nama Ayra Shirly Alnaira.

Baca Juga: Heboh Kelahiran Bayi Perempuan, Namun Setelah Meninggal Dunia Ternyata Laki-Laki 

Berikutnya 25 Agustus 2020 akta kelahiran putri Feri dan Arum yang bernama Ayra Shirly Alnaira sudah jadi.

Lalu 27 Agustus 2020 kondisi bayi yang dirawat di RSUD Nganjuk kritis. Dua hari kemudian atau 29 Agustus 2020, pihak keluarga mendapat kabar bayinya telah meninggal dunia.

Feri dan Anum pun membawa bayinya untuk dimakamkan. Namun betapa terkejutnya pasangan ini, sebab ketika jenazah buah hatinya tersebut hendak dimandikan, didapati kelaminnya laki-laki, bukan perempuan seperti surat keterangan yang diterbitkan RSUD Nganjuk.

Atas kasus ini, keluarga langsung menanyakan ke pihak rumah sakit. Tim dari RSUD, kemudian membawa jenazah bayi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan tes DNA. Sedangkan pihak keluarga tetap memakamkan jenazah bayi laki-laki ini dan diganti nama menjadi Ali.

Keluarga sang bayi langsung menggandeng pengacara untuk meminta pertanggungjawaban RSUD Nganjuk atas kasus ini.

“RSUD melakukan audit investigasi internal yang dilakukan tim etik rumah sakit. Prosesnya sedang berjalan, kita tunggu itu,” ujar Humas RSUD Nganjuk Eko Santoso, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga: RSUD Nganjuk Investigasi Kasus Kelahiran Bayi Perempuan yang Disebut Laki-Laki saat Meninggal 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini