2 Dokter Wafat Covid-19, IDI: Pemkot Medan Tak Pedulikan Saran Kami

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 01 September 2020 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 608 2270542 2-dokter-wafat-covid-19-idi-pemkot-medan-tak-pedulikan-saran-kami-NEYHKNCWIN.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MEDAN - Kota Medan kembali kehilangan putra terbaiknya dalam pandemi Covid-19. Yakni dr Edwin Marpaung, Sp OT dan dr Daud Ginting, Sp PD FINASIM, meninggal terpapar Covid-19, pada Minggu 30 Agustus 2020.

Pemerintah Kota Medan, yang memiliki kewenangan dalam penanganan pandemi seperti enggan menjalankan saran-saran yang diberikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Medan dalam penanganan wabah ini.

“Kita lihat di posisi masing-masing. Semuanya kaum terpelajar. Mereka pun punya kewenangan di situ. Kita sudah menyampaikan solusi, diterima atau tidak itu kewenangan mereka (pemimpin daerah),” ucap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Medan, dr Wijaya Juwarna Sp THT-KL, Senin (31/8/2020).

 Korban Covid-19

Wijaya mengatakan, IDI Kota Medan sudah mengamati sejak Covid-19 bergulir, hampir seluruh rumah sakit menangani Covid-19 di Kota Medan kondisi kurang bagus

“Ibaratnya kalau kebakaran, sudah kebakaran semuanya kita ini. IDI menyarankan paling tidak sebagian wilayah yang kebakaran itu, fokus dulu diredakan kebakaranya, sehingga bisa jadi tempat evakuasi. Tapi sampai sekarang belum juga tampak tindakan seperti yang disarankan,” jelasnya.

Padahal kondisi ini, imbuh Wijaya, sudah disarankan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kota Medan, juga Pansus Covid-19 DPRD Kota Medan, sejak awal pandemi. Artinya bersihkan minimal tiga rumah sakit dari pasien Covid-19.

“Beberapa rumah sakit tidak boleh lagi menangani pasien Covid-19 yang baru. Setelah bersih, bisa menangani pasien non- covid secara maksimal. Dan dokter-dokter yang tidak bertugas langsung menangani pasien Covid-19, bisa bermanfaat dengan baik juga. Tapi sampai saat ini keadaan masih sama saja,” tuturnya.

Akademisi Kesehatan dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Putra Apriadi Siregar, S.KM., M.Kes menjelaskan dalam penanganan Covid-19 sebenarnya yang terpenting adalah edukasi.

“Hingga kini, masyarakat merasa, Covid-19 tidak ada. Ini yang harus diedukasi terlebih dahulu oleh gugus tugas, melalui Puskesmas untuk edukasi,” tandasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini