Hendak Menumpang Pulang, Manusia Silver di Medan Tewas Terlindas Truk Trailer

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 01 September 2020 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 608 2270698 hendak-menumpang-pulang-manusia-silver-di-medan-tewas-terlindas-truk-trailer-2rS9FZQNBm.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MEDAN - Seorang 'manusia silver', tewas setelah tubuhnya digilas truk trailer pembawa kontainer. Insiden itu terjadi di Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Senin malam kemarin.

Kepala Unit Lalulintas pada Polsek Sunggal, Iptu Idem Sitepu menyebutkan, korban adalah Jonathan Sigalingging (10), warga KM 10,5, Jalan Parsaoran Nauli Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Insiden itu bermula saat korban menyetop truk trailer tersebut untuk menumpang pulang ke rumahnya. Namun nahas pengemudi truk bernomor polisi BH8404WI yang melaju dari arah Pinang Baris menuju Ringroad Medani tidak melihat korban.

Korban pun akhirnya terlindas dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Dia pejalan kaki, menurut keterangan saksi dia menyetop truk itu. Di situlah dia terbentur dengan truknya. Mungkin dilihat tapi tidak terhindarkan lagi. Karena korban pejalan kaki, mungkin mau numpang itu dia, makanya disetopnya truk itu," sebut Iptu Idem, Selasa (1/9/2020).

Idem menjelaskan, korban sempat dilarikan warga ke rumah sakit, namun dia telah dinyatakan meninggal dunia. Saat ini jenazahnya sudah dikembalikan ke rumah keluarganya.

"Untuk kasusnya sendiri masih kita lidik. Saat ini kita masih mengejar sopir truk trailer yang melarikan diri," tukasnya.

Keberadaan manusia Silver ini memang tengah marak di Medan. Mereka beroperasi hampir di setiap persimpangan lampu merah.

Dengan bermodalkan tubuh yang dicat dengan pewarna silver serta aksi seperti robot yang bergerak kaku, mereka mengais rezeki dari para pengguna jalan.

Awalnya aksi manusia silver ini hanya dilakukan oleh remaja dan orang dewasa. Motifnya pun mencari rejeki dari warga yang menikmati aksi seni mereka.

Namun belakangan banyak anak-anak yang terlibat. Keberadaan manusia silver pun lebih menjadi seperti aksi mengemis dibandingkan aksi seni.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini