Terungkap Hasil Penyelidikan 2 Warga Makassar Terkena Peluru Laras Panjang Aparat

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 01 September 2020 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 609 2271100 terungkap-hasil-penyelidikan-2-warga-makassar-terkena-peluru-laras-panjang-aparat-42zlBmXEPG.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MAKASSAR - Kasus penembakan yang dialami warga di jalan Barukang, Makassar masih di dalami Propam Polda Sulawesi Selatan. Namun dua warga yang terluka di bagian betis diduga berasal dari tembakan senjata laras panjang yang dibawa polisi.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadarislam mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Propam Polda Sulsel bahwa kedua warga itu terkena peluru dari senjata laras panjang.

 Baca juga: Ini Pengakuan Ayah Korban Salah Tembak di Makassar 

Senjata itu digunakan Bripka U yang sebenarnya ingin menembak ke arah bawah saat terdesak. Namun kata Kadarislam, dua warga yakni Iqbal dan Amar terkena tembakan tersebut.

"Dia tembakan ke bawah kena kakinya. Iya waktu dia lempari jadi untuk memukul massa biar mundur, dia lakukan tembakan peringatan ke bawah. Dia mau pantul tapi arahnya ke kakinya itu," kata Kadarislam saat diwawancara, Selasa (1/9/2020).

 Baca juga: Usut Kasus Korban Salah Tembak di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam 

Sementara hasil autopsi atas kematian satu warga bernama Anjas, Kadarislam mengungkapkan bahwa Anjas mengalami luka di bagian kepala.

Namun, kata Kadarislam terkait siapa dan jenis senjata apa yang digunakan, saat ini masih dalam penyelidikan.

"Itulah pelurunya mau ditahu, peluru siapa," katanya.

Namun dia memastikan Anjas tidak terkena peluru yang berasal dari senjata laras panjang.

"Kan semua senjata kan disita, nanti bisa ketahuan hasil peluru yang ditempatnya Anjas itu nanti dites balistik dengan pistolnya siapa yang punya," ungkap Kadarislam.

Lebih lanjut, Kadarislam mengatakan, bahwa saat sebelum penembakan, Anjas ikut bersama masyarakat mengejar aparat yang diteriaki maling. Almarhum Anjas kata Kadarislam dekat dengan Binmas saat penembakan itu terjadi.

"Anjas ikut bersama masyarakat di situ. Kan waktu orang ini ngejar polisi, lempar. Binmasnya di situ juga menahan masyarakat jangan 'udah setop' begitu. Menghalau massa. Di situlah letaknya Anjas bersama Binmas," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini