Bergaya bak Jokowi, Gibran Daftar Pilwalkot Solo ke KPU Pakai Sepeda Onthel Besok

Bramantyo, Okezone · Kamis 03 September 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 512 2272131 bergaya-bak-jokowi-gibran-daftar-pilwalkot-solo-ke-kpu-pakai-sepeda-onthel-besok-8TTwdMzZoX.jpg DPC PDIP Solo dan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa menggelar konferensi pers di Solo, Jawa Tengah (Foto: Bramantyo)

SOLO - Pasangan bakal calon (Bacalon) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso, Jumat 4 September-Oktober 2020 direncanakan mendaftar secara resmi maju di Pilkada ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Direncanakan pasangan Gibran dan Teguh akan berangkat ke KPUD dari DPC PDIP sekira pukul 14.00 WIB.

Seperti saat ayahnya mendaftar pertama kali di pencalonan Wali Kota, Gibran pun akan menggunakan pakaian khas Jawa, yaitu baju lurik dan menggunakan blangkon.

Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pakaian khas yang akan digunakan Gibran dan Teguh, pakaian tradisional adat Jawa solo.

"Gibran dan Teguh berangkat ke KPU dari DPC jam 14.00 WIB. Pakaian yang digunakan yaitu pakaiannya Ki Gede Solo, menggunakan blangkon Sido Mukti, baju lurik dan keduanya naik sepeda onthel menuju KPU," ujar Rudy dalam konferensi pers di DPC PDIP di Brengosan, Solo, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga: Meski Lawan Datang dari Jalur Independen, Gibran Diminta Tetap Kerja Keras

Menurut Rudy, keberangkatan Gibran dan Teguh akan diiring tujuh andong (Delman). Di mana setiap andong, hanya diisi dua orang penumpang.

"Gibran dan Teguh naik sepeda onthel, di belakangnya diikuti 7 andong. Karena ini masa pandemi, setiap andong diisi dua orang, tiga sama penarik andong. Jadi total 21 orang. Yang penarik andong tidak dihitung loh ya. Kalau dihitung jadi banyak," terangnya.

Sedangkan untuk pengantar hanya 30 orang dan seluruhnya menggunakan sepeda onthel. Setibanya di KPU hanya 12 orang yang boleh masuk.

"Di KPU yang boleh masuk hanya 12 orang saja. Dari PDIP ketua dan sekretaris, terus dari Partai Golkar, PAN, Gerindra, PSI, PKB, PPP dan Nasdem. Sisanya di luar. Untuk semua pengurus ranting sudah saya larang ikut, di rumah saja sambil berdoa," ujarnya.

Baca Juga: PKS Masih Upayakan Lawan Gibran di Solo hingga Akhir 

Dalam Pilkada ini, pasangan Gibran dan Teguh sudah berkomitmen akan meneruskan Visi dan Misi dirinya dan Ahmad Purnomo. Termasuk visi dan misi ayahnya dan juga dirinya.

Meski begitu, Rudy mengatakan meneruskan visi dan misi bukan berarti Gibran dan Teguh tak memiliki Visi dan Misi sendiri. Keduanya juga memiliki visi dan misi yang akan diterapkan bila terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota.

Termasuk juga memilih pakaian khas Jawa dan menggunakan sepeda onthel seperti yang pernah dilakukan dirinya dengan Ahmad Purnomo juga termasuk dengan ayahnya Gibran, Jokowi, bukan dikarenakan keduanya ikut-ikutan.

"Naik sepeda bukan berarti Gibran dan Teguh ikut-ikutan seperti saya lakukan dengan Ahmad Purnomo atau dengan Pak Jokowi. Tapi, naik sepeda itu selain menyehatkan juga ikut mengkampanyekan bebas polusi," terangnya.

Sebelum mengakhiri konferensi pers, Rudy yang saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Solo akan berusaha bila patnernya yang sekarang, Ahmad Purnomo bisa ikut dalam proses pendaftaran.

"Saya akan mencoba mengajak Pak Pur. Mudah-mudahan berkenan beliaunya. Dan besok sebelum berangkat akan dilakukan doa bersama enam pemuka agama," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini