Faksi Bertikai Palestina Gelar Pertemuan Langka Tanggapi Kesepakatan UEA-Israel

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 04 September 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 18 2272605 faksi-bertikai-palestina-gelar-pertemuan-langka-tanggapi-kesepakatan-uea-israel-HsX1Nu1cMu.jpg Foto: Flickr.

RAMALLAH - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Kamis (3/9/2020) mengadakan pertemuan langka dengan faksi-faksi yang bersaing, mengupayakan sebuah front persatuan menyusul keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pertemuan yang diadakan melalui konferensi video itu menghubungkan Ramallah di Tepi Barat, yang merupakan pusat Otoritas Palestina (PA) yang dikuasai Fatah, dengan Beirut, di mana ketua Hamas Ismail Haniyeh dan Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziyad al-Nakhalah hadir.

BACA JUGA: Hadapi Rencana Aneksasi Tepi Barat Israel, Hamas dan Fatah Umumkan Persatuan

Pertemuan tingkat tinggi antara Fatah dan Hamas sangat jarang terjadi, setelah kedua kubu bertikai selama bertahu-tahun.

Warga Palestina kecewa dengan kesepakatan 'normalisasi' negara Teluk dengan Israel, melihatnya sebagai pengkhianatan yang kemungkinan besar akan melemahkan posisi pan-Arab lama yang menyerukan Israel untuk menarik diri dari wilayah pendudukan. Kesepakatan itu ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump,

Abbas telah menolak untuk berurusan dengan pemerintahan Trump selama lebih dari dua tahun, menuduhnya bias pro-Israel, dan menolak rencana perdamaian Trump di Timur Tengah, yang diumumkan pada Januari.

BACA JUGA: UEA dan Israel Sepakati Perjanjian Damai, Normalisasi Hubungan

"Pertemuan kami berada pada tahap yang sangat berbahaya, di mana tujuan nasional kami menghadapi berbagai plot dan bahaya," kata Abbas sebagaimana dilansir Reuters pada Kamis.

"Untuk berdiri bersama di tengah-tengah konfrontasi dan perlawanan rakyat yang damai terhadap pendudukan, saya mengundang Anda ke sini untuk menyetujui pembentukan kepemimpinan nasional."

Berbicara dari kedutaan besar Palestina yang dibentengi di Beirut, Haniyeh juga mengatakan penting untuk memiliki strategi terpadu.

"Kita harus berhasil mengakhiri perpecahan dan membangun posisi Palestina yang bersatu," katanya. "Pada tahap ini, kegagalan dilarang."

Pejabat senior AS dan Israel mengunjungi Abu Dhabi pada Senin (31/8/2020) dalam perjalanan bersejarah untuk memperkuat kesepakatan dengan UEA. Penasihat Trump Jared Kushner mengatakan kepada warga Palestina bahwa mereka harus menerima kesepakatan itu, memulai kembali negosiasi dengan Israel dan tidak "terjebak di masa lalu."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini