Israel Kembangkan Sistem Senjata Laser untuk Hadapi Serangan Balon Api Palestina

Agregasi VOA, · Jum'at 04 September 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 18 2272648 israel-kembangkan-sistem-senjata-laser-untuk-hadapi-serangan-balon-api-palestina-5zZuPenFB7.jpeg Pemuda Palestina membuat bom molotov untuk diterbangkan melintasi perbatasan ke wilayah Israel. (Foto: Flash90)

TEL AVIV – Israel telah mengembangkan sistem senjata laser untuk menghadapi serangan balon-balon molotov yang diluncurkan melintasi perbatasan oleh militan di Gaza.

Meski balon berwarna-warni biasanya membuat suasana jadi meriah, anak-anak Israel yang tinggal di dekat perbatasan dengan Gaza diajari agar tidak menyentuh balon-balon yang jatuh di tanah karena kemungkinan besar ditempeli bahan peledak.

Bom-bom balon yang diluncurkan dari Gaza telah memicu puluhan kebakaran di ladang musim panas yang kering di Israel selatan.

BACA JUGA: Balas Serangan Balon Api Palestina, Israel Hentikan Pasokan BBM ke Gaza

Untuk menghadapinya, para insinyur Israel telah mengembangkan sistem laser baru yang disebut Lahav Or, atau Pedang Cahaya untuk menembak balon-balon itu sebelum mendarat di wilayah Israel, demikian disampaikan oleh Kepala Polisi Perbatasan Israel, Jenderal Kobi Shabtai.

“Sistem ini sangat aman. Anda bisa menembak dan itu hanya mengenai target dan tidak berbahaya bagi siapa pun, tidak untuk pesawat yang sedang terbang di udara atau peralatan lain yang kita miliki di udara. Ini adalah satu-satunya sistem laser yang tepat guna,” kata Shabtai sebagaimana dilansir VOA.

Laser itu dikembangkan oleh OptiDefense, sebuah start-up atau perusahaan rintisan Israel dan dioperasikan oleh Angkatan Darat Israel bersama Polisi Perbatasan. Sistem itu telah menunjukkan akurasi 90 persen dalam menembak jatuh balon dan drone jarak pendek.

BACA JUGA: Israel Kembali Serang Gaza, Militan Balas dengan Tembakan Roket

“Sistem ini mendeteksi setiap gerakan di udara. Ketika sistem ini mendeteksi gerakan, kami masuk ke koordinat yang ditunjukkan oleh sistem itu,” kata Nicole Franco seorang sersan dari Angkatan Pertahanan Israel (IDF).

“Kami melihat apakah itu burung atau balon atau drone, dan jika itu adalah drone atau balon, kami mengirimkan semua informasi dan koordinatnya kembali ke ‘Lahav Or’ yang berfungsi melacak target dan menembaknya dengan laser.”

Eksekutif OptiDefense Ami Ishaya mengatakan, sistem buatan Israel seharga USD1 juta itu memiliki keunggulan komersial yang berbeda dibandingkan sistem laser lainnya yang beredar di pasaran.

“Hal unik tentang sistem ini dibandingkan dengan sistem yang dimiliki Amerika dan lain-lain adalah aspek keamanannya. Kami menggunakan laser khusus dan optik pemfokusan khusus. Jadi, kami memiliki jarak aman yang sangat pendek. Jadi, kami tidak ada maalah dengan apa saja (pesawat dan burung) yang terbang. Alat ini sangat bagus untuk dioperasikan di daerah perkotaan, di angkatan udara, dalam rencana strategis, bahkan di acara publik atau stadion.”

Sistem itu dimaksudkan untuk mengatasi masalah dalam jarak pendek seperti balon. Tetapi akhirnya, para perancang mengatakan laser itu juga bisa digunakan untuk menghadapi ancaman serangan drone jarak jauh yang datang dari Hizbullah di Lebanon, atau mungkin bahkan dari Iran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini