Share

Tes Kesehatan Peserta Pilkada Serentak di Jatim Digelar di Malang

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 04 September 2020 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 519 2272451 tes-kesehatan-peserta-pilkada-serentak-di-jatim-digelar-di-malang-xWqhz9a4Pf.jpg Foto: Avirista Midaada

MALANG - RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan tes kesehatan terhadap peserta pilkada serentak di Jawa Timur (Jatim). Diketahui terdapat tujuh pilkada di provinsi tersebut pada 2020 ini.

Penandatanganan kerja sama yang meliputi pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani hingga uji bebas penyalahgunaan narkoba dilakukan di Ruang Majapahit RSUD Saiful Anwar Malang pada Kamis 3 September 2020.

Nantinya akan ada tujuh kandidat kepala daerah di Jawa Timur yang melakukan pengecekan kesehatan di RSUD Saiful Anwar. Tujuh pasangan tersebut merupakan paslon yang bertarung di Pilkada Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Banyuwangi.

Direktur RSUD Saiful Anwar dr. Kohar Hari Santoso menuturkan pihaknya telah siap melakukan tes kesehatan dan telah menyiapkan tim medis yang netral, memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), dan Surat Izin Praktek (SIP).

"Pemeriksaan kesehatan ini sebagai salah satu kelengkapan dokumen persyaratan, bukti pemenuhan syarat bakal pasangan calon. Selain itu, hasil pemeriksaan bakal pasangan calon tidak harus bebas dari penyakit, yang paling penting harus memiliki kemampuan leadership," ucap dr. Kohar Hari Santoso.

Baca Juga: Pendaftaran Pilkada Dimulai, Mendagri: Jangan Ada Arak-arakan dan Konvoi

Dirinya menyatakan setiap bakal pasangan calon wajib menjalani prosedur uji pengetesan Covid-19 dengan hasil negatif, baik melalui rapid test dan tes swab dengan mesin PCR.

Hal ini sesuai revisi Peraturan KPU (PKPU) nomor 6 tahun 2020 yang menyatakan bahwa para peserta Pilkada Jatim 2020 wajib mengikuti uji swab dalam kondisi bencana non alam Covid-19.

"Apabila ada peserta Pilkada yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan wajib menjalani karantina," tutur Kohar kembali.

Selain pengetesan untuk memastikan bebas Covid-19, lanjut dr. Kohar, serangkaian uji kesehatan jasmani dan rohani juga wajib dijalankan para bakal pasangan calon. Di antaranya uji bebas penyalahgunaan narkoba-psikotropika dan psikotes yang pelaksanaannya telah dikoordinasikan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Wilayah Jawa Timur serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Jawa Timur.

Rencananya pemeriksaan kesehatan para bakal pasangan calon kepala daerah dari tujuh wilayah akan dimulai pada Senin 7 September 2020 hingga Jumat 11 September 2020.

Baca Juga:  Kenapa PDIP Tak Usung Petahana di Pilkada Surabaya? 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini