Tim Penyelamat: Tak Ada Lagi Tanda-Tanda Kehidupan di Puing Bangunan Beirut

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 07 September 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 18 2273749 tim-penyelamat-tak-ada-lagi-tanda-tanda-kehidupan-di-puing-bangunan-beirut-WdxjlfuXme.jpg Dampak dari ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut. (Foto: Twitter)

BEIRUT - Tim penyelamat, yang menggali puing-puing bangunan di Beirut mengatakan tidak ada harapan lagi menemukan korban yang masih hidup setelah lebih dari satu bulan setelah ledakan yang menghancurkan sebagian Ibu Kota Lebanon itu.

Hal itu disampaikan setelah sekira 50 pekerja penyelamat dan sukarelawan, termasuk tim spesialis dari Chile, bekerja selama tiga hari untuk menemukan siapa pun setelah pada Kamis (3/9/2020) sensor mendeteksi tanda-tanda pernapasan dan panas.

"Secara teknis, tidak ada tanda-tanda kehidupan," kata Francisco Lermanda, kepala kelompok relawan penyelamat Topos Chile, dalam konferensi pers pada Sabtu malam. Dia menambahkan bahwa penyelamat telah menyisir 95% bangunan.

BACA JUGA: Ledakan Beirut, Gadis Kecil Ditemukan Hidup Setelah 24 Jam Terkubur di Bawah Puing

Lemanda mengatakan, tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi adalah nafas sesama penyelamat yang sudah berada di dalam gedung, tertangkap oleh peralatan sensitif mereka. Dia mengatakan upaya sekarang akan fokus pada membersihkan puing-puing dan menemukan jasad korban yang tewas.

“Kami tidak pernah berhenti dengan harapan satu persen pun,” kata Lermanda, tentang menemukan jenazah sebagaimana dilansir Middle East Monitor. “Kami tidak pernah berhenti sampai pekerjaan selesai.”

Ledakan yang terjadi di Beirut pada 4 Agustus menewaskan sekira 190 orang, melukai 6.000 lainnya, dan menghancurkan seluruh lingkungan. Pihak berwenang mengadakan upacara pada Jumat (4/9/2020) untuk menandai satu bulan sejak ledakan merobek kota yang sudah menderita dari krisis ekonomi yang melumpuhkan.

BACA JUGA: Dahsyatnya Ledakan di Beirut Picu Gempa Bumi, Guncangan Dirasakan Sampai Siprus

Upaya penyelamatan mendominasi media lokal dan sosial, karena warga Lebanon sangat membutuhkan keajaiban. Sayangnya, tidak ada keajaiban yang terjadi.

Bangunan yang hancur tempat pencarian dilanjutkan terletak di antara distrik pemukiman Gemmayze dan Mar Mikhael, di antara daerah yang paling parah terkena ledakan dan rumah bagi banyak bangunan tua yang runtuh saat gelombang kejut menerobos.

Petugas penyelamat mengatakan, pekerjaan berjalan lamban karena bangunan yang rusak parah berisiko runtuh total.

“Bangunannya benar-benar runtuh, menakutkan dan ada banyak bahaya bagi tim,” kata George Abou Moussa, kepala pertahanan sipil Lebanon.

Pekerja menggunakan sekop dan tangan mereka untuk menggali, sementara penggali mekanis dan derek mengangkat puing-puing berat. Peralatan pemindaian juga digunakan untuk membuat gambar 3D dari bangunan yang hancur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini