Ketegangan Meningkat Setelah Pasukan China Diklaim Culik Warga India di Perbatasan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 07 September 2020 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 18 2273855 ketegangan-meningkat-setelah-pasukan-china-diklaim-culik-warga-india-di-perbatasan-rg0QOcUy06.jpg Foto: Xinhua.

NEW DELHI - Ketegangan antara Delhi dan Beijing meningkat di tengah munculnya laporan bahwa pasukan China menculik lima warga sipil India di negara bagian perbatasan.

Tuduhan itu pertama kali muncul pada Sabtu (5/9/2020) dari seorang anggota parlemen India di Negara Bagian Arunachal Pradesh. Sejak itu, seorang menteri kabinet India sejak itu mengatakan bahwa "pesan hotline" telah dikirim ke tentara China.

China memang belum memberikan tanggapan, namun tuduhan tersebut kemungkinan akan semakin meningkatkan ketegangan antar kedua negara.

BACA JUGA: China Bantah Lakukan "Gerakan Provokatif" di Perbatasan India

Diwartakan BBC, pada Sabtu, Tapir Gao, seorang anggota parlemen Arunachal Pradesh mengatakan di Twitter bahwa dugaan penculikan itu terjadi pada 3 September di dekat perbatasan. Namun, dia tidak memberikan detail lebih lanjut.

Ketika seorang jurnalis bertanya kepada menteri kabinet Kiren Rijiju tentang laporan di Twitter, dia mengatakan tentara India sedang menunggu untuk mendengar dari rekan-rekan China mereka.

Tuduhan penculikan itu terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara tetangga.

India menuduh China memprovokasi ketegangan militer di perbatasan dua kali dalam satu minggu di bulan Agustus. Kedua tuduhan itu dibantah oleh Beijing.

BACA JUGA: Anggota Pasukan Khusus India Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan dengan China di Perbatasan

Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh bertemu dengan mitranya dari China di Moskow pada 5 September, tetapi apa yang dimaksudkan sebagai upaya meredakan ketegangan segera berubah menjadi perang kata-kata.

China mengatakan bahwa kebuntuan perbatasan itu "sepenuhnya" adalah kesalahan India, dan tidak akan kehilangan "satu inci pun wilayahnya".

Dan India menuduh Beijing "mengumpulkan sejumlah besar pasukan, perilaku agresif dan upaya untuk mengubah status quo secara sepihak".

Meskipun tidak ada kekerasan baru, bentrokan kecil telah dilaporkan dengan analis yang menggambarkan situasi di perbatasan “cair” sejak Juni.

Pada Juni, pasukan kedua negara terlibat bentrokan di perbatasan yang disengketakan, menyebabkan 20 tentara India tewas, sementara China tidak mengonfirmasi jumlah korban di pihaknya.

Kedua negara secara teratur menuduh satu sama lain menghasut pertempuran di wilayah Himalaya di Ladakh dengan melintasi perbatasan, perbatasan yang tidak ditandai dengan baik, dengan jalur mengular yang tidak ramah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini