Tokoh Oposisi Belarusia Diculik, Demonstrasi Menentang Lukashenko Masuki Pekan Kelima

Agregasi VOA, · Selasa 08 September 2020 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 18 2274287 tokoh-oposisi-belarusia-diculik-demonstrasi-menentang-lukashenko-masuki-pekan-kelima-TEGMN18GA4.jpg Maria Kolesnikova. (Foto: TASS)

MINSK – Tokoh oposisi terkemuka Belarusia Maria Kolesnikova diculik sekawanan lelaki tak dikenal di Ibu Kota Minsk pada Senin (7/9/2020). Penculikan itu terjadi di saat demonstrasi menentang Presiden Aleksandr Lukashenko memasuki pekan kelima berturut-turut.

Seorang saksi mata, yang diidentifikasi sebagai Anastasia pada Senin mengatakan kepada situs Belarusia Tut.by bahwa ia melihat Kolesnikova dipaksa sekelompok lelaki berpakaian preman untuk masuk ke sebuah minibus dan dibawa pergi.

BACA JUGA: Bentrokan Pecah di Belarusia Setelah "Diktator Terakhir Eropa" Diprediksi Terpilih Lagi

Kolesnikova adalah yang terakhir dari tiga perempuan yang bergabung dalam dewan koordinasi oposisi tetap bertahan di Belarusia. Dewan koordinasi oposisi berusaha mengalahkan Lukashenko dalam pemilu 9 Agustus lalu.

Lukashenko dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilu tersebut, tetapi partai-partai oposisi, bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa menyatakan hasil pemilu itu telah dicurangi.

Sekutu Kolesnikova, Olga Kovalkova pergi ke Polandia pada Sabtu (5/9/2020), mengatakan pihak berwenang memaksanya keluar dari Belarusia. Sementara itu pemimpin utama oposisi, Sviatlana Tsikhanouskaya telah berada di Lithuania bersama dengan anak-anaknya sejak pemilu dengan menyebut alasan demi keselamatannya sendiri.

BACA JUGA: Nyawanya Terancam, Capres Oposisi Belarusia Diklaim "Aman" di Lithuania

Dalam wawancara dengan VOA, Tsikhanouskaya mengatakan ia sedang bekerja untuk menyelenggarakan pemilu baru meskipun Lukashenko menolak untuk melakukannya. “Rencana kami benar-benar jelas. Ini adalah penyelenggaraan pemilu baru yang jujur dan transparan,” ujarnya.

Protes-protes pada akhir pekan kembali menarik puluhan ribu orang. Seraya meneriakkan “pergi” dan “kamu adalah pembohong,” merujuk pada Lukashenko. Mereka melambai-lambaikan bendera oposisi berwarna merah putih.

Polisi dan tentara menutup pusat kota Minsk namun ini tidak menghentikan para demonstran bergerak menuju kediaman presiden, sekitar tiga kilometer dari pusat kota.

Marina, seorang demonstran, mengatakan ia hadir untuk menyatakan tentangannya terhadap Lukashenko karena berbuat curang dalam pemilu dan dalam memperlakukan warganya.

Dengan menggunakan kendaraan militer, meriam air dan semprotan cabai, polisi antihuru hara dan petugas berpakaian sipil yang mengenakan masker dan membawa pentungan berupaya untuk membubarkan para demonstran.

Lebih dari 200 demonstran ditahan di Belarusia pada hari Minggu, termasuk lebih dari 100 orang di ibu kota, menurut laporan media lokal dan Pusat HAM Viasna yang berbasis di Minsk.

Lukashenko yang telah berkuasa sejak tahun 1994 mendeklarasikan kemenangannya dalam pemilu 9 Agustus lalu. Partai-partai oposisi, Amerika Serikat dan Uni Eropa mengatakan hasil pemilu itu dicurangi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini