Positif Covid-19, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Sempat Hadiri Pendaftaran Paslon di Indramayu

Fathnur Rohman, Okezone · Rabu 09 September 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 525 2275049 positif-covid-19-wakil-ketua-dprd-kota-cirebon-sempat-hadiri-pendaftaran-paslon-di-indramayu-Gg9PfTUQaa.jpg Tes swab massal di Setda Cirebon. (Foto : Okezone.com/Fathnur Rohman)

CIREBON – Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, Fitria Pamungkas Wati, tengah menjalani isolasi mandiri setelah dirinya dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19).

Menurut Sekretaris DPRD Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana Fitria bisa terinfeksi Covid-19. Kendati demikian, ia menyebut kalau Fitria dan 47 orang lainnya dari DPRD Kota Cirebon menjalani tes swab setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, dinyatakan positif Covid-19.

"Pada Senin 7 September, DPRD Kota Cirebon berinisiatif melakukan tes swab. Tes ini berkaitan dengan kasus Sekda yang positif. Pada 3 September ada pertemuan dengan Sekda. Ada 48 orang yang diswab. Hasilnya pada Selasa, 47 orang negatif. Satu orang positif yaitu Bu Fitria," kata Agus saat konferensi pers di kantor DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (9/9/2020).

Agus menerangkan, Fitria juga sempat hadir dalam proses pendaftaran pasangan bakal calon (balon) Cabup dan Cawabup yang bakal maju di pemilihan kepala daerah Kabupaten Indramayu, yakni Nina Agustin Da'i Bachtiar-Lucky Hakim pada Sabtu 5 September 2020.

Fitria diketahui merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

"Beliau juga pernah hadir di pendaftaran calon di Indramayu. Nah, sumbernya (tertular) dari mana saja kita tidak tahu," tuturnya.

Dia melanjutkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon untuk melakukan tracing terkait siapa saja orang-orang yang pernah kontak erat dengan Fitria.

"Yang bersangkutan sudah isolasi mandiri. Kita lakukan pelacakan yang sempat ikut rapat dengan, yang bersangkutan di lingkungan DPRD. Untuk pelacakan di lingkungan rumah yang bersangkutan dilakukan Dinkes," kata Agus.

Ia menyampaikan, sampai saat ini pihaknya belum menutup kantor DPRD Kota Cirebon. Sebab, banyak kegiatan penting yang harus dilakukan di tempat tersebut. Kendati demikian, ia memastikan segala aktivitas di kantor DPRD Kota Cirebon akan dibatasi.

"Seluruh kegiatan kita maksimalkan dengan rapat virtual. Nanti juga ada swab lanjutan, kemudian kita perketat protokol kesehatan," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini