Tidak Terapkan PSBB Total, Ini Langkah Ganjar Tekan Kasus Covid-19 di Jateng

Taufik Budi, Okezone · Kamis 10 September 2020 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 512 2275804 tidak-terapkan-psbb-total-ini-langkah-ganjar-tekan-kasus-covid-19-di-jateng-D0A4gI2V2q.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto : Okezone.com)

WONOSOBO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo belum akan mengambil langkah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total seperti yang dilakukan DKI Jakarta. Justru yang didorong saat ini, adalah penegakan hukum dan sosialisasi agar masyarakat tertib menaati protokol kesehatan.

"Belum, kami belum berencana mengambil itu (PSBB Total)," kata Ganjar ditemui saat mengecek sekolah tatap muka di SMKN 2 Wonosobo, Kamis (10/9/2020).

Pihaknya saat ini sedang mendorong edukasi kepada masyarakat agar semuanya tertib protokol kesehatan. Selain itu, juga langkah tegas berupa penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan.

"Kita butuh dukungan dari masyarakat untuk itu. Makanya, penegakan hukum mulai kami lakukan serentak sejak 25 Agustus sampai akhir September nanti, dan tentu bisa diperpanjang masanya kalau diperlukan," imbuhnya.

Penegakan hukum lanjut Ganjar sangat penting dilakukan untuk mendorong sosialisasi. Gerakan penegakan hukum dilakukan secara masif, termasuk di zona-zona merah Jawa Tengah.

"Daerah Jawa Tengah yang sekarang zona merah Kota Semarang. Yang lain masih bisa kami kendalikan, tapi tidak boleh abai karena semua harus disiplin. Maka, penegakan hukum inilah yang kita minta dilakukan agar masyarakat mengerti dan memahami," terangnya.

Baca Juga : 3 Tewas & 4 Luka Berat, Ini Identitas Korban Kecelakaan KA vs Mobil di Malang

Baca Juga : Langgar Protokol Kesehatan, Warga Banten Bakal Didenda Rp25 Juta

Sekadar diketahui, Pemprov DKI Jakarta resmi menarik rem darurat PSBB transisi dan mengembalikan PSBB seperti pada masa sebelum transisi. Kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta saat ini dalam keadaan darurat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, peningkatan kapasitas rumah sakit terus dilakukan seiring penambahan jumlah tenaga medis dan keseluruhan pendukungnya. Namun, apabila tidak dibarengi pengawasan ketat, tempat tidur akan penuh di minggu kedua Oktober mendatang dan masalah baru akan datang.

Anies menjelaskan, mulai Senin 14 September, seluruh kegiatan kembali dikerjakan di rumah. Terkecuali 11 sektor usaha industri seperti yang telah disampaikan pada masa PSBB sebelum transisi. "Beribadah di rumah, bekerja di rumah dan berkegiatan di rumah," ucapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini