Uji Sekolah Tatap Muka, Ganjar Temukan Siswa Naik Angkot

Taufik Budi, Okezone · Kamis 10 September 2020 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 512 2275907 uji-sekolah-tatap-muka-ganjar-temukan-siswa-naik-angkot-VPrbumNfQU.jpg Gubernur Jawa Tengah, Ganjar saat sidak ke sekolah (foto: Okezone.com/Taufik Budi)

WONOSOBO – Dua siswa yang mengikuti uji coba sekolah tatap muka, berangkat menggunakan angkutan umum di Wonosobo Jawa Tengah. Mereka bahkan harus berganti-ganti angkutan, karena jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mengecek uji coba sekolah di SMKN 2 dan SMAN 2 Wonosobo, segera meminta untuk melakukan evaluasi. Sebab, pelajar yang berangkat ke sekolah hendaknya menggunakan kendaraan sendiri atau diantar orangtua.

"Sudah bagus prosesnya, semua sudah disiapkan dengan matang. Tapi, tadi ada temuan dua siswa yang berangkat dan pulang sekolah naik angkot. Ini kan bahaya,” kata Ganjar, Kamis (10/9/2020).

“Karena harusnya untuk uji coba ini, siswa yang berangkat itu berangkat pakai kendaraan sendiri atau diantar orang tua. Saya minta Dinas dan Kepala Sekolah langsung melakukan evaluasi," jelasnya.

Dari keterangan dua siswa itu, Ganjar mengatakan mereka berangkat dan pulang sekolah naik angkutan umum.

"Katanya harus naik dua kali. Makanya saya minta, mungkin dicarikan cara lain atau daring saja. Ini contoh yang mudah-mudahan bisa dilakukan semuanya," jelasnya.

Dari hasil sidaknya ke sejumlah sekolah di Temanggung dan Wonosobo yang melakukan uji coba belajar tatap muka, secara umum semua berjalan lancar. Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng harus selalu memantau setiap hari, dan melakukan evaluasi secara kumulatif setiap pekan.

"Kita memang sedang mencari metode yang paling baik, agar ini semua berjalan aman. Kalau enggak, ya kita tutup lagi," tegasnya.

Parameter keberhasilan uji coba sekolah tatap muka cukup simpel. Semua proses berjalan baik, tidak ada yang tertular Covid-19 selama uji coba berlangsung dan semua standar protokol kesehatan bisa dilaksanakan dengan baik.

"Kalau itu bisa, oke kita lanjut. Tapi kalau tidak bisa, ada yang dilanggar, maka kita batalkan," jelasnya.

Proses uji coba belajar tatap muka akan dilaksanakan selama dua pekan. Nantinya, hasil uji coba itu akan menjadi patokan, untuk dilanjutkan, ditambah jumlahnya, atau diambil keputusan lain. Apabila berhasil, bukan semua daerah diperkenankan melakukan uji coba. Zona merah jelas tidak boleh diselenggarakan sekolah tatap muka.

"Kalau zonanya sudah kuning menuju putih bahkan hijau, baru boleh. Yang masih merah dan orange enggak lah. Kita hati-hati betul soal ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini