Balas Kematian Jenderalnya, Iran Dilaporkan Rencanakan Pembunuhan Dubes AS

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 14 September 2020 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 18 2277692 balas-kematian-jenderalnya-iran-dilaporkan-rencanakan-pembunuhan-dubes-as-u8eMiTi7PJ.jpg Duta Besar AS untuk Afrika Selatan, Lana Marks. (Foto: Kedubes AS di Afrika Selatan)

LAPORAN media menyebutkan Iran sedang merencanakan membunuh duta besar AS untuk Afrika Selatan untuk membalas pembunuhan terhadap Jenderal Qassem Soleimani yang tewas dalam serangan AS di Irak pada Januari. Teheran telah membalas pembunuhan Jenderal Soleimani dengan tembakan rudal ke pangkalan AS di Irak, namun pejabat AS mengatakan bahwa Teheran kemungkinan akan berusaha untuk membalas lebih lanjut kematiannya.

Politico mengutip laporan intelijen AS mengatakan bahwa Duta Besar Lana Marks kemungkinan besar dipilih sebagai target karena kedekatannya dengan Presiden Donald Trump. Pembunuhan terhadap Marks, seorang duta besar AS, kemungkinan akan memicu perang di kawasan yang telah tegang.

BACA JUGA: Komandan Pasukan Elitenya Dibunuh, Iran Bersumpah Balas Dendam pada AS

Marks, 66, seorang perancang busana dan tas mewah yang berbasis di Palm Beach, Florida, adalah teman lama Presiden AS dan merupakan anggota klub eksklusif Mar-a-Lago milik Trump di Florida sebelum dia ditunjuk sebagai duta besar pada 2018.

Diwartakan Times of Israel, Marks lahir dan besar di Afrika Selatan dan merupakan CEO dari firma desain Lana Marks Collections, yang melayani para selebriti. Terlahir sebagai Lana Banks, ia dibesarkan di Kota Port Elizabeth, di mana di sini keluarganya adalah anggota terkemuka dari komunitas Yahudi di kota itu.

Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak di Irak pada 3 Januari yang menewaskan Soleimani, kepala Pasukan Quds ekstrateritorial dari Korps Pengawal Revolusi Iran dan salah satu pejabat paling kuat Iran. Pada saat itu, Trump mengatakan Soleimani sedang merencanakan serangan terhadap pasukan AS di wilayah tersebut tetapi pejabat Gedung Putih sejak itu memberikan pembenaran yang berbeda untuk pembunuhan tersebut, termasuk pencegahan.

BACA JUGA: Trump: Pembunuhan Komandan Iran Qassem Soleimani demi Menyelamatkan Banyak Nyawa

Menanggapi serangan pesawat tak berawak itu, Iran menembakkan peluru kendali balistik ke pangkalan Irak yang menampung pasukan AS. Tidak ada korban yang dilaporkan pada saat itu, tetapi sejak itu terungkap bahwa puluhan tentara mengalami cedera otak akibat ledakan tersebut.

Namun, laporan itu mengatakan bahwa Iran masih berusaha membalas dendam lebih lanjut dan sedang mempertimbangkan beberapa target, termasuk pembunuhan Marks.

Politico mengatakan Marks telah diberitahu tentang ancaman terhadapnya, yang dilaporkan melibatkan kedutaan besar Iran di Afrika Selatan.

Laporan itu mengatakan bahwa para pejabat AS telah mengetahui ancaman umum terhadap Marks sejak musim semi, tetapi ancaman tersebut menjadi lebih spesifik dalam beberapa pekan terakhir.

Disebutkan juga bahwa Iran menjalankan operasi rahasia di Afrika Selatan dan Marks mungkin lebih rawan diserang dibandingkan utusan di negara lain, di mana AS memiliki koordinasi keamanan yang lebih baik dengan otoritas lokal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini