Viral! Mahasiswi Cantik Jadi Korban Bullying Gara-Gara Ikat Pinggang

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 15 September 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 65 2278123 viral-mahasiswi-cantik-jadi-korban-bullying-gara-gara-ikat-pinggang-vjqhsG88y9.jpg Tangkapan Layar Media Sosial

JAKARTA - Ramai di media sosial Twitter terkait video ospek mahasiswi baru di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara virtual.

(Baca juga: Sederet Bantuan yang Diterima Bocah Penjual Jalangkote Korban Bullying)

Hal ini dikarenakan video itu memperlihatkan mahasiswi baru (maba) yang sedang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek dibentak dan dibully oleh senior mereka lantaran tidak memakai ikat pinggang (sabuk).

Video berdurasi 30 detik yang diunggah dalam akun Twitter @Rafirizqu19 bertuliskan the real ospek online. Unggahan itu pun mendapatkan sorotan dari netizen di Twitter.

“Ikat pinggangmu mana? Ikat pinggang diperlihatkan,” kata salah satu mahasiswa senior.

“Enggak ada ka,” jawab si mahasiswi baru yang berparas cantik tersebut.

“Kamu enggak dibaca tata tertibnya,” tutur salah satu mahasiswi senior dengan nada meninggi.

“Maaf ka,” ujar mahasiswi baru.

Terkait hal itu, pihak Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyayangkan viralnya video mahasiswa senior yang membentak mahasiswi baru meskipun ospek secara online.

"Kami menyayangkan kejadian tersebut namun juga mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa," kata Rektor Unesa, Nurhasan dalam keterangannya, Selasa (15/9/2020).

Menurut Nurhasan terkait langkah penanganan hal ini, pihaknya bersama pimpinan kemahasiswaan dari Fakultas terkait telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan.

"Dan seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan," bebernya.

Lebih jauh dia menekankan Unesa mendukung pelaksanaan PKKMB guna menambah wawasan terkait dunia kampus bagi mahasiswa baru, agar cepat beradaptasi dalam menyukseskan pembelajaran di lingkup Pendidikan Tinggi tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun.

Sehingga, lanjut Nurhasan, diharapkan dapat tercipta lingkungan institusi pendidikan yang kondusif dan aman demi terciptanya lulusan yang berkualitas.

"Unesa menjadikan ini sebagai catatan evaluasi penting yang diharapkan menjadi masukan untuk perbaikan dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan ke depan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini