UEA dan Bahrain Resmi Akui Israel, Trump: 6 Negara Lain Segera Menyusul

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 16 September 2020 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 18 2278500 uea-dan-bahrain-resmi-akui-israel-trump-6-negara-lain-segera-menyusul-bu7U6X6URn.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Twitter)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ada setidaknya enam negara lagi yang akan segera menormalisasi hubungan dengan Israel. Hal itu disampaikan Trump dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington pada Selasa (15/9/2020).

Trump menjadi tuan rumah penandatanganan perjanjian normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel, sebuah langkah yang dia sebut sebagai "awal dari Timur Tengah yang baru".

"Setelah beberapa dekade perpecahan dan konflik, kami menandai awal Timur Tengah baru," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih.

BACA JUGA: UEA dan Bahrain Tandatangani Normalisasi Hubungan dengan Israel di Gedung Putih

"Kami di sini sore ini untuk mengubah jalannya sejarah," tambahnya.

Dengan perjanjian yang dimediasi oleh AS itu, UEA dan Bahrain menjadi negara Arab ketiga dan keempat yang mengakui Israel sejak Negara Zionis itu dibentuk pada 1948, setelah Mesir dan Yordania terlebih dahulu melakukannya, masing-masing pada 1979 dan 1994.

Berbicara dengan Netanyahu di Kantor Oval sebelum penandatanganan perjanjian, Trump mengatakan bahwa setidaknya ada enam negara yang akan mengikuti UEA dan Bahrain dan menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Kami akan memiliki setidaknya lima atau enam negara yang mengikuti dengan cepat untuk membuat kesepakatan mereka sendiri dengan Israel," kata Trump sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Oman dan Bahrain Akan Ikuti Jejak UEA Normalisasi Hubungan dengan Israel

Belakangan Trump juga mengatakan bahwa Arab Saudi, salah satu negara pemimpin di Timur Tengah, akan menyepakati perjanjian dengan Israel pada "waktu yang tepat". Kabinet Saudi dalam pernyataannya menekankan perlunya "solusi yang adil dan komprehensif" untuk masalah Palestina sebelum menyepakati perjanjian dengan Israel.

Perjanjian normalisasi hubungan antara UEA dan Bahrain dengan Israel itu telah mendapat kecaman dari pemimpin Palestina yang menyebutnya melihatnya sebagai sebuah "lampu hijau" bagi Israel untuk melanjutkan agresi terhadap rakyat dan bangsa Palestina.

"Ini bukan perdamaian, ini adalah penyerahan sebagai imbalan atas kelanjutan agresi," kata Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dalam sebuah cuitan di Twitter.

Sementara itu Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan hanya penarikan pasukan Israel dari wilayah pendudukan yang dapat membawa perdamaian ke Timur Tengah.

"Perdamaian, keamanan dan stabilitas tidak akan tercapai di kawasan itu sampai pendudukan Israel berakhir," katanya dalam sebuah pernyataan setelah penandatanganan kesepakatan, sebagaimana dilansir AFP.

Desas-desus mengenai akan adanya negara Arab lain yang akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel mengemuka setelah Abu Dhabi menyepakati perjanjian damai dengan Tel Aviv bulan lalu. Menteri intelijen Israel Eli Cohen saat itu mengatakan bahwa Oman menjadi salah satu negara Arab yang akan segera menyusul UEA.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini