Nutella Timbulkan Kepanikan di Twitter Setelah Klaim Produknya "Tidak Halal"

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 17 September 2020 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 18 2279134 nutella-timbulkan-kepanikan-di-twitter-setelah-klaim-produknya-tidak-halal-4dYtO5Fypo.jpg Nutella. (Foto: Business Week)

MEREK selai coklat Nutella menimbulkan kepanikan di kalangan warganet setelah akun Twitternya di Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa produk mereka tidak halal.

Klaim tersebut dibuat setelah seorang pengguna Twitter yang berbasis di Manchester bertanya kepada perusahaan tersebut apakah produk mereka cocok untuk diet halal. Pertanyaan itu ditanggapi Nutella dengan jawaban "Tidak, mereka (Nutella) tidak halal".

Merek selai yang berbasis di AS itu dengan cepat menarik jawaban tersebut, setelah pengguna Twitter mengonfirmasi keyakinan mereka bahwa produk Nutella adalah produk halal.

BACA JUGA: Kekayaan Keluarga Ferrero di Balik Resep Nutella

"(Produk Nutella) tidak bersertifikat halal," tulis seorang pengguna Twitter, "tapi produk itu halal menurut definisi selama tidak ada produk sampingan dari hewan (selain dari susu) atau alkohol di dalamnya".

 Pengguna Twitter yang sama kemudian mengonfirmasi bahwa mereka telah "memeriksa ulang bahan-bahan Nutella dan tidak ada apa pun di dalamnya yang akan membuat produk itu haram. Menurutnya, jika ada bahan rahasia, kemungkinan ada ada di bagian "rasa alami/buatan" tetapi tidak ada tanda-tanda adanya bahan yang dilarang di sana.

Berdasarkan undang-undang AS dan Kanada, sertifikasi halal, yang menegaskan bahwa produk tersebut cocok untuk diet halal, tidak diwajibkan pada produk yang tidak mengandung daging atau aditif.

BACA JUGA: Diskon Nutella Picu Kekacauan di Seluruh Prancis

Akun Twitter Nutella AS tersebut kemudian mengklarifikasi postingan aslinya, memberi tahu pengguna "Semua Nutella yang dijual di seluruh dunia cocok untuk konsumsi Halal".

“Lebih dari 90% pabrik industri yang memproduksi Nutella telah disertifikasi Halal oleh pihak ketiga dan kami sedang dalam proses mensertifikasi pabrik yang tersisa. Kami mohon maaf atas kesalahan yang dibuat dalam tweet kami sebelumnya," demikian klarifikasi dari Nutella AS sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

Pengguna media sosial dengan cepat mengungkapkan kelegaannya menanggapi konfirmasi lanjutan tersebut. Beberapa mengatakan mereka kaget, dan sangat khawatir selai cokelat yang terkenal itu mengandung bahan haram.

Sementara itu, beberapa pengguna Twitter meminta tweet awal yang menyatakan produk Nutella tidak halal untuk dihapus, agar tidak ada kebingungan lebih lanjut.

Yang lain meminta perusahaan itu untuk mempelajari lebih lanjut tentang diet halal dan menyalahkan karyawan yang menjalankan akun media sosial Nutella karena kurang "pengetahuan yang tepat" untuk menjawab pertanyaan semacam itu secara otoritatif.

"Ini adalah contoh khas dari akun media sosial perusahaan yang menjawab pertanyaan yang tidak mereka ketahui", tulis seorang pengguna. Selain itu, tanpa mengetahui apa pun tentang makanan mana yang cocok untuk diet halal," kata seorang pengguna. Dia mengatakan, pengelola akun Nutella seharusnya menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan Nutella tidak bersertifikat halal.

Pengguna lain mengatakan dia berharap ada "undang-undang internasional yang melarang perusahaan cokelat yang memberikan fatwa" dan bertanya kepada produsen selai cokelat apakah menurutnya itu adalah "dewan sarjana Muslim yang baru untuk cokelat?".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini