Wali Kota Malang Targetkan 2 Minggu ke Depan Bisa Mengerem Penambahan Pasien Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 17 September 2020 03:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 519 2279035 wali-kota-malang-targetkan-2-minggu-ke-depan-bisa-mengerem-penambahan-pasien-covid-19-oSUH7OFfiB.jpg Wali Kota Malang Sutiaji (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG – Kota Malang tiga pekan terakhir masuk zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini membuat Satgas Penanganan Covid-19 pusat memberi alarm untuk bisa mengerem angka penambahan pasien positif Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji pun angkat bicara mengenai alarm yang diberikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 pusat terkait masih masuknya dalam zona merah selama tiga pekan terakhir.

Sutiaji meminta waktu dua minggu untuk ‘mengerem’ angka penambahan pasien Covid-19 di Kota Malang. “Dua minggu-lah ya,” jawab Sutiaji saat ditanya target ‘mengerem’ angka penambahan pasien Covid-19.

Dirinya memaparkan hal yang akan dikerjakannya untuk menuntaskan Kota Malang keluar dari zona merah penyebaran Covid-19.

“Penguatan kampung tangguh. Kedua wajib bagi hukumnya yang terpapar sudah diisolasi, tidak boleh isolasi mandiri di safe house,” ujar Sutiaji ditemui pada Rabu petang (16/9/2020) di Balaikota Malang.

Menurutnya, melalui penguatan kampung–kampung tangguh ini nantinya sosialisasi protokol kesehatan Covid-19 akan lebih masif dilakukan. Terkait larangan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk isolasi di safe house, Sutiaji beralasan hal ini untuk menghindari penularan pada klaster – klaster keluarga yang masih mendominasi penambahan pasien positif di Kota Malang.

Baca Juga : Pemprov DKI Gelar Tahlilan Sekda Saefullah Secara Virtual

Pria kelahiran Lamongan ini juga menjelaskan ketersediaan safe house yang digunakan isolasi para pasien Covid-19 tanpa gejala, masih mencukupi.

“Ketersediaannya masih 43 bed, makanya dengan gerakan pakai masker, harapannya nilainya (angka penambahan pasien Covid-19) berkurang,” tuturnya.

Pihaknya justru terkendala orang – orang yang memeriksa tes swab mandiri, namun hasilnya positif. Hal ini membuat proses tracing belum berjalan maksimal. “Ini yang mandiri yang kita susah kontrol,” ucap Sutiaji.

Selama ini Sutiaji mengisyaratkan Kota Malang belum mampu melaksanakan tes swab secara masif. Hal ini membuat hanya para orang tanpa gejala (OTG) pasien Covid-19 yang dilakukan tes swab.

“Yang OTG bergejala kita swab. Ya (kalau ideal tidaknya) dilihat tracing-nya, yang OTG sudah ada nalar, hanya orang yang bergejala saja, yang kita swab saja, yang nggak bergejala, nggak di swab,” tutupnya.

Hingga Rabu malam angka pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Malang terus bertambah. Tercatat pada Rabu 16 September 2020 terdapat tambahan 35 orang dengan total 1.702 pasien. Dari jumlah tersebut 162 orang meninggal dunia, 1.136 dinyatakan sembuh, dan 404 menjalani pemantauan atau perawatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini