China Gelar Latihan Militer di Selat Taiwan, Kirim Pesan untuk AS

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 18 September 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 18 2279868 china-gelar-latihan-militer-di-selat-taiwan-kirim-pesan-untuk-as-uwLJ9H6z4P.jpg Foto: Xinhua.

BEIJING - China menggelar latihan militer di dekat Selat Taiwan di saat seorang pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) mengunjungi Taiwan. Beijing mengatakan, latihan itu digelar untu "melindungi kedaulatannya".

Latihan tembak langsung dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Washington, dan ketika Washington bergerak untuk memberikan dukungannya terhadap pulau itu, dengan kunjungan dari Keith Krach, pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS.

Krach adalah pejabat tingkat tertinggi Departemen Luar Negeri AS yang mengunjungi Taiwan dalam beberapa dekade terakhir.

BACA JUGA: China Kirim 8 Pesawat Militernya ke Wilayah Udara Taiwan

China menganggap Taiwan, yang memliki pemerintah sendir,i sebagai provinsinya yang memisahkan diri.

Pada Jumat (18/9/2020), Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Ren Guoqiang menuduh AS dan Taiwan "meningkatkan kolusi, sering menyebabkan gangguan", meskipun dia tidak menyebut-nyebut kunjungan tersebut.

Kepada wartawan Ren mengatakan bahwa "menggunakan Taiwan untuk mengontrol China" atau mencoba "mengandalkan pihak asing untuk membangun diri sendiri" adalah angan-angan, merujuk pada AS dan Taiwan.

"Mereka yang bermain api akan terbakar," katanya sebagaimana dilansir BBC.

Ren tidak memberikan rincian tentang latihan militer, yang melibatkan komando teater timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) itu. Namun, dia menagatakan latihan itu "sah dan perlu bagi daratan untuk melindungi kedaulatan dan integritas China".

BACA JUGA: Taiwan Harus Jadi Provinsi China Jika Ingin Ikut Pertemuan WHO

Latihan itu mengikuti latihan skala besar China selama dua hari di lepas pantai barat daya Taiwan pekan lalu.

Washington mengatakan Krach, yang merupakan wakil menteri urusan ekonomi AS, mengunjungi Taiwan untuk menghadiri upacara peringatan mendiang presiden Lee Teng-hui pada Sabtu (19/9/2020).

Kemudian pada Jumat dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen untuk makan malam di kediaman resminya. Namun, tidak ada acara media terbuka dalam agendanya.

Kunjungan itu dilakukan pada saat hubungan AS-China anjlok ke titik terendah dalam beberapa tahun.

Kedua negara telah terlibat dalam perang perdagangan yang sengit sejak 2018, bentrok karena pandemi virus korona, dan saling tuduh spionase dengan meningkatnya penangkapan terhadap tersangka mata-mata China di AS dalam beberapa bulan terakhir.

Meskipun AS tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, Undang-Undang Hubungan Taiwan 1979 mengizinkan Washington untuk menjual senjata ke pulau itu, dan mengikatnya pada "hubungan dekat".

Ketika seorang anggota kabinet AS bertemu dengan Presiden Tsai di Taipei bulan lalu, China menanggapi dengan marah.

"Kami mendesak AS… untuk tidak mengirimkan sinyal yang salah kepada elemen 'kemerdekaan Taiwan' untuk menghindari kerusakan parah pada hubungan China-AS," kata seorang juru bicara kementerian luar negeri pada saat itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini