Mendikbud: SLB Lebih Merdeka Dibanding Sekolah Umum

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 18 September 2020 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 65 2279806 mendikbud-slb-lebih-merdeka-dibanding-sekolah-umum-yxsMh9p3Nz.jpg Mendikbud Nadiem Makariem (Foto: Humas Kemendikbud)

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, salah satu target utama Kemendikbud adalah memberikan perhatian yang lebih serius kepada Sekolah Luar Biasa (SLB).

Hal tersebut dikatakan Nadiem saat meninjau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang diselenggarakan oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul, Yogyakarta pada Kamis 17 September 2020.

"Walaupun SLB itu menangani anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi pedagogi dan metodologi pembelajaran yang dilakukan di SLB bisa menjadi panutan atau sumber inspirasi pembelajaran," ujar Nadiem dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Nadiem menyatakan bila pembelajaran di SLB pendekatannya lebih personal, tersegmentasi, dan tidak seragam. Sehingga pelaksanaanya disesuaikan dengan kebutuhan minat, bakat, dan kompetensi dari murid.

"Dari sisi spektrum merdeka belajar, SLB itu lebih merdeka daripada sekolah umum. Jadi, kita akan memberikan lebih banyak sumber daya dan perhatian lagi sehingga SLB juga bisa membantu sekolah-sekolah lain," bebernya.

Ia turut mengapresiasi dedikasi para guru pendidikan khusus. Ia selalu melihat adanya hubungan batin yang erat antara guru pendidikan khusus dengan muridnya.

"Amanah itu terlihat sekali di wajah para guru pendidikan khusus, dan itu saya lihat jelas sekali saat masuk di sekolah ini," ujar Nadiem.

Menurutnya Nadiem, pendidikan khusus sangat erat dengan filosofi Merdeka Belajar. "Tidak mungkin kita mencapai merdeka belajar tanpa sekolah yang inklusif," jelasnya.

Dikatakan Nadiem, saat ini tim di Kemendikbud sedang mengkaji berbagai masukan yang diperoleh dari masyarakat untuk merumuskan intervensi kebijakan sehingga dapat meningkatkan peran strategis SLB dan pendidikan khusus.

Terkait peningkatan kompetensi guru, lanjut Nadiem, bahwa idealnya semua guru memiliki pengetahuan dasar mengenai pendidikan inklusif.

“Di dalam transformasi pendidikan profesi guru kita, komponen pendidikan khusus harus menjadi salah satu pilar yang utama," pungkas Nadiem.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini