Kapal Tenggelam Usai Dihantam Gelombang Tinggi di Lebak, 1 Nelayan Hilang

Iskandar Nasution, iNews · Minggu 20 September 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 340 2280792 kapal-tenggelam-usai-dihantam-gelombang-tinggi-di-lebak-1-nelayan-hilang-z4QxoHVjgD.jpg Kapal nelayan tenggelam usai dihantam gelombang tinggi di perairan Cihara, Lebak, Banten. (Foto : iNews/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG – Perahu nelayan yang diawaki 2 orang tenggelam di perairan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, pada Sabtu (19/9/2020) sore. Kapal nelayan itu tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi.

Seorang nelayan bernama Luki (18) berhasil diselamatkan nelayan lain yang tengah melintas. Namun, satu nelayan lainnya, Edi (45), hingga saat ini belum ditemukan.

Tim Basarnas, bersama Polairud, Lanal, dan Tagana terjun ke lokasi kejadian untuk mencari korban. Saat ini Posko SAR direncanakan ditempatkan di Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Kepala Basarnas Banten, Zainal Arifin, mengatakan, saat ini petugas tengah mencari satu korban yang masih hilang. Petugas menggunakan kapal nelayan untuk mencari korban.

“Pagi tadi kita mencari korban dengan menyisir bibir pantai ke arah barat. Saat ini kita mencoba mencari korban dengan menggunakan kapal kincang milik nelayan menuju lokasi kejadian,” katanya, Minggu (20/9/2020).

Ia menjelaskan, perahu nelayan itu dihantam gelombang sekira pukul 15.00 WIB saat tengah mencari ikan. “Namun, hingga saat ini korban belum ditemukan,” ujarnya.

Korban diketahui hilang setelah korban selamat bernama, Luki, melaporkan kejadian yang dialaminya kepada keluarga korban di Kampung Babakan Bandung, Cikeusik, Pandeglang, tadi malam. Kemudian keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib pagi ini.

Kerabat korban, Ono (30) menjelaskan kepada petugas, kerabat mereka masih hilang di lautan saat mencari ikan.

Baca Juga : Kapal Dihantam Ombak Besar, Nelayan Hilang di Pantai Jatikontal Purworejo

“Setelah mendapatkan laporan dari saudara Luki, saya melaporkan kejadian hilangnya saudara Edi ke petugas. Perahu Edi, terbalik saat akan kembali ke perairan Bayah menuju Binuangeun. Perahu korban terbalik setelah dihantam gelombang tinggi yang mengakibatkan perahu korban tenggelam,” ujarnya.

Baca Juga : Dilaporkan Hilang Kontak Sejak 17 Agustus, Kapal Nelayan Sukabumi Terdeteksi di Perairan Bengkulu

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini