Bayinya Tewas, Suami yang Belah Perut Istrinya Mengaku "Tak Sengaja"

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 21 September 2020 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 18 2281444 bayinya-tewas-suami-yang-belah-perut-istrinya-mengaku-tak-sengaja-USx8b11hxj.jpg Foto: BBC.

LUCKNOW - Polisi di India mengatakan, bayi dari seorang ibu yang perutnya dibelah oleh suaminya yang menginginkan anak laki-laki telah meninggal. Keluarga perempuan yang hamil enam bulan itu mengatakan suaminya menyerangnya karena ingin mengetahui jenis kelamin bayi yang dikandung.

Menurut keterangan keluarga, pasangan itu memiliki lima anak perempuan dan pria itu menginginkan istrinya melahirkan seorang putra. Pria itu telah ditangkap polisi, tetapi dia mengatakan tidak menyakiti istrinya secara sengaja, melainkan karena kecelakaan.

Insiden itu terjadi di Desa Nekpur di Negara Bagian utara Uttar Pradesh, negara bagian terpadat India.

BACA JUGA: Seorang Ayah Belah Perut Istrinya yang Hamil karena Ingin Bayi Laki-Laki

Pejabat kepolisian mengatakan bahwa sang istri yang terluka dalam kondisi stabil di sebuah rumah sakit di Ibu Kota New Delhi. Menurut saudara laki-lakinya, perempuan itu ke Delhi pada Minggu (20/9/2020) atas saran dokter karena kondisinya kritis.

Sang suami berkata bahwa dia tidak menyerang istrinya dengan sengaja. Kepada media lokal dia mengatakan bahwa dia melepar sabit ke arah istrinya, tetapi tidak tahu akan melukainya begitu parah.

"Saya memiliki lima anak perempuan, salah satu putra saya telah meninggal. Saya tahu bahwa anak-anak adalah anugerah Tuhan. Sekarang apapun yang akan terjadi, akan terjadi," katanya sebagaimana dilansir BBC.

Investigasi polisi sedang berlangsung.

BACA JUGA: Bertengkar dengan Istri, Pria India Lempar Anak Balitanya ke Kobaran Api

Keinginan di antara orang tua India untuk memiliki anak laki-laki daripada anak perempuan telah menciptakan rasio jenis kelamin yang tidak berimbang. Sekira 46 juta anak perempuan hilang dari India dalam 50 tahun terakhir, menurut laporan Juni dari United Nations Population Fund (UNFPA).

Setiap tahun, sebanyak 460.000 anak perempuan terbunuh melalui aborsi setelah pemilihan jenis kelamin berdasarkan jenis kelamin dan kematian perempuan yang berlebihan karena pengabaian yang disengaja terhadap anak perempuan setelah lahir.

Sebuah laporan pemerintah India pada 2018 mengatakan keinginan untuk memiliki anak laki-laki telah menciptakan 21 juta anak perempuan yang "tidak diinginkan". Laporan kementerian keuangan menemukan bahwa banyak pasangan yang terus memiliki anak sampai mereka memiliki anak laki-laki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini