Ungkap Kasus Video Call Sex Anggota DPRD Sambas, Polisi Tangkap Sindikat Pemerasan

Ade Putra, Okezone · Senin 21 September 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 340 2281294 ungkap-kasus-video-call-sex-anggota-dprd-sambas-polisi-tangkap-sindikat-pemerasan-SQApXQGaAj.jpg Ilustrasi penangkapan. (Shutterstock)

PONTIANAK – Tim gabungan Polres Sambas dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar berhasil mengungkap kasus pemerasan video call sex (VCS) yang melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Sambas.

Empat orang ditangkap karena diduga terlibat memeras wakil rakyat berinisial BK tersebut. Dua pelaku di antaranya merupakan warga Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pontianak.

"Tim gabungan Satreskrim Polres Sambas dan Tim Siber Polda Kalbar mengamankan empat tersangka yang merencanakan pemerasaan terhadap anggota DPRD berinisial BK," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go, Senin (21/9/2020).

Donny membeberkan kronologi pengungkapan kasus pemerasan melalui VCS yang awalnya viral di media sosial tersebut. Pada 19 September 2020, Polres Sambas menerima laporan tentang dugaan tindak pidana pemerasan atau dugaan tindak pidana ITE dengan modus akan menyebarkan VCS.

Video tersebut kemudian beredar dan menghebohkan masyarakat. Jejak digital awal mula video tersebut pun kemudian ditelusuri tim gabungan dengan melakukan rangkaian penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, didapati dua nomor handphone yang mengirimkan pesan ancaman kepada korban. "Petugas melakukan pencarian terhadap dua nomor handphone yang digunakan melakukan pengancaman menyebar video dan melakukan pemerasaan," tuturnya.

Donny melanjutkan, dari hasil pencarian berdasarkan nomor handphone, tim mendapati identitas seseorang berinisal A warga Pontianak yang baru saja keluar dari Lapas Kelas IIA Pontianak pada Agustus 2020. Setelah dimintai keterangan, A mengaku handphone milikya dipinjam oleh G yang merupakan teman satu sel tahanan.

Setelah berkoordinasi dengan pihak lapas, petugas memeriksa seseorang berinisial G. Dari hasil interogasi petugas, G yang merupakan warga Sambas mengakui perbuatannya dengan menyuruh pelaku lain yaitu D untuk menghubungi korban untuk diajak VCS.

“Pelaku berinisial G yang berada di dalam lapas ini merencanakan pemerasan dengan menyuruh rekannya yang berinisial D untuk menghubungi korban,” lanjutnya.

Setelah berhasil mengajak korban untuk video call, D langsung merekam aktivitas tersebut dan mengirim kembali kepada G. Saat video tersebut sudah diterima pelaku, ia kemudian menghubungi korban dan meminta uang Rp4 juta supaya video tersebut tidak tersebar luas ke publik.

“Untuk jangka waktunya cukup lama, dari tanggal 22 Agustus para pelaku ini mulai menghubungi korban untuk meminta sejumlah uang. Hingga akhirnya pada 8 September video tersebut di-upload ke beberapa grup komunitas masyarakat,” ucap Donny.

Ia menambahkan, saat video tersebut sudah di-upload ke beberapa grup Facebook, para pelaku ini kembali memeras korban dengan meminta uang Rp4 juta untuk menghapus postingan video tersebut. Korban pun mentransfer Rp 4 juta karena merasa takut video itu tersebar.

“Empat pelaku ini yaitu A yang meminjam sarana handphone, kemudian berinisial G yang merupakan otak pemerasaan, D yang betugas menghubungi dan mengajak korban video call dan terakhir N alias R yang mem-posting video tersebut ke media sosial,” kata Donny.

Baca Juga : Viral Oknum Anggota DPRD Sambas Diduga Lakukan Video Call Mesum dengan Wanita

Adapaun barang bukti yang diamankan petugas yaitu satu slip lembar pengiriman uang sebesar Rp 4 juta, screenshot percakapan melalui pesan Whatsapp dan handphone milik para pelaku.

"Saat ini para pelaku pemerasan sudah diamankan petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini