Pasien Covid-19 Penderita Diabetes dan Hipertensi Diberi Gelang Khusus

Taufik Budi, Okezone · Senin 21 September 2020 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 512 2281439 pasien-covid-19-penderita-diabetes-dan-hipertensi-diberi-gelang-khusus-yGEuYV1ZtU.jpg Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto: Okezone)

SEMARANG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah diminta mengebut pendataan penderita diabetes dan hipertensi. Dua penyakit ini menjadi penyumbang tertinggi angka kematian selama pandemi Covid-19 di Jawa Tengah.

"Memang yang kumorbit ini betul-betul perlu mendapatkan perhatian khusus. Maka, saya minta didata dan dilakukan treatment-treatment tertentu," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (21/9/2020).

Berdasarkan data, kasus meninggal pasien Covid-19 dengan kumorbit diabetes di Jawa Tengah sebesar 39,9 persen. Sementara pasien Covid-19 yang meninggal disertai kumorbit hipertensi sebanyak 32,0 persen.

Untuk itu, Ganjar mengusulkan orang dengan diabetes dan hipertensi di Jawa Tengah, dibuatkan gelang khusus. Gelang itu berfungsi untuk menandakan, bahwa orang-orang dengan gangguan kesehatan tersebut harus dijaga secara ketat.

"Sehingga orang akan tahu, mereka orang-orang dengan kumorbit yang harus dijaga. Jadi, kita tidak mendekat dan seterusnya, agar mereka tidak tertular virus Covid-19. Ini cara pencegahan kita kepada mereka," tegasnya.

Selain itu, saat ini Ganjar sedang mengebut penanganan Covid-19 dengan cara mikrozonasi. Dia memerintahkan kabupaten/kota untuk menganalisis, daerah-daerah yang masuk zona merah atau kuning, serta memetakan sampai tingkat kelurahan dan RT/RW.

"Ada 9 kabupaten/kota di Jateng yang mendapat perhatian. Saya minta mereka membuat mikrozonasi sampai ke tingkat paling kecil. Setelah itu, nanti kita keroyok bersama-sama untuk menyelesaikannya," terangnya.

Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jateng, juga siap membantu menyukseskan itu. Mereka akan mendorong dokter-dokter mudanya untuk terjun memberikan edukasi.

"Beberapa perguruan tinggi juga akan mengerahkan mahasiswanya untuk membantu kita keroyokan. Dengan mikrozonasi ini, maka sasarannya akan lebih jelas dan dampaknya pasti terasa," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini