Viral Provokasi Sebarkan Covid-19, Dinkes Sebut Sudah Ditangani Polisi

Taufik Budi, Okezone · Senin 21 September 2020 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 512 2281475 viral-provokasi-sebarkan-covid-19-dinkes-sebut-sudah-ditangani-polisi-tyamDxx03x.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

SEMARANG – Jagat dunia maya digegerkan dengan ajakan menyebarkan Covid-19 yang digaungkan melalui percakapan di media sosial. Tangkapan layar percakapan itu pun diunggah oleh sebuah akun gosip sehingga meresahkan masyarakat.

Percakapan antara L dan tetangganya F itu terjadi melalui aplikasi Whatsapp (WA). Dalam tangkapan layar yang tersebar, salah seorang orang di percakapan tersebut memprovokasi untuk menyebarkan virus corona atau Covid-19.

Dalam percakapan itu, F mengaku bisa bepergian hingga jalan-jalan ke mal meski seharusnya menjalani isolasi mandiri. Dia juga terang-terangan suhu tubuhnya normal sehingga bisa lolos ketika pemeriksaan thermogun. Dia pun mengajak L yang juga positif Covid-19 untuk ikut jalan-jalan sekaligus provokasi menyebarkan Covid-19.

F menyatakan ayahnya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Dia pun mengaku sempat mengikuti anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan dengan rajin menyemprot cairan desinfektan agar tak tertular corona.

“Mulai sekarang dak sah tahut. Dulu aku ya takut. Semprot sana sini, tekan rambut malah semprot alcohol 70%. Nyatane aku tertular kan? Dak sah mikir orang lain. Kita bebas kok mau apa. Hidup2 kita. Mereka dak kasi duit jangan protes,” tulis F dalam percakapan tersebut.

Gugus Tugas setempat bergerak cepat dan langsung menjemput salah satu warga yang positif tersebut. L beserta keluarganya yang positif dijemput untuk menjalani isolasi di Rumdin Wali Kota Semarang pada 19 September 2020 sore.

Sementara F tidak dijemput petugas karena harus merawat ibunya yang juga tertular virus. L tercatat sebagai warga Kelurahan Jerakah, Kecamatan Tugu, Kota Semarang dan F beralamat di Kelurahan Panggung Lor Kecamatan Semarang Utara.

“Setelah dijemput dan diisolasi itu, kami langsung melakukan penyemprotan (desinfektan). Tidak hanya di lokasi rumah (L), tetapi juga seluruh wilayah RT kami. Di luar RT kami juga banyak yang melakukan penyemprotan,” ujar Ketua RT setempat, Nur Cholis, Senin (21/9/2020).

Dia menambahkan, dengan penyemprotan itu diharapkan bisa membasmi Covid-19 dari lingkungannya. Selain itu, penerapan protokol kesehatan juga dilakukan lebih ketat untuk melindungi warga sekaligus mencegah penyebaran virus.

“Untuk kondisi warga kami yang menjalani isolasi di Rumah Dinas, saya belum komunikasi lebih lanjut. Jadi belum tahu perkembangannya, yang jelas sudah tertangani,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, mengatakan viralnya kasus provokasi menyebarkan Covid-19 itu sudah ditangani polisi. Untuk itu, dia tidak mengetahui pasti motif dari pelaku.

"F itu hanya provokasi L yang positif Corona. Untuk motif provokasi apa, itu urusan kepolisian,” ujar Hakam.

Selain itu Dinkes juga sudah bertindak atas kasus  ini, yaitu mengevakuasi pasien L. “Dari Dinkes segera evakuasi L dan keluarganya yang positif corona," pungkasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini