Nikahi Pendukung Trump, Perempuan AS Bersumpah Cerai Jika Suaminya Tak Pilih Biden

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 22 September 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 18 2281985 nikahi-pendukung-trump-perempuan-as-bersumpah-cerai-jika-suaminya-tak-pilih-biden-nPzrtBB2Wh.jpg Foto: Twitter.

SEORANG wanita di Texas, Amerika Serikat (AS) mengatakan akan meninggalkan suaminya, seorang pendukung Presiden Donald Trump, jika dia tidak memilih calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dalam pemilihan presiden November. Keluhan perempuan itu menjadi viral di Twitter, mencerminkan polarisasi politik di Amerika Serikat saat ini.

"Saya menikah dengan seorang pendukung Trump," kata wanita, yang diidentifikasi sebagai Beverly M, dalam cuitan di Twitter pada Sabtu (19/9/2020). "Saya serius jika dia tidak datang dan memilih Biden-Harris, saya tidak akan tinggal di dekatnya."

BACA JUGA: Bentrok Pendukung Trump dan BLM di Portland, Satu Orang Tewas Ditembak

Beverly yang mengidentifikasi dirinya sebagai pendukung Black Lives Matter yang tinggal di Texas sejak 1980-an mengatakan bahwa dia menikah dengan suaminya sebelum Trump terpilih, dan dia memilih Hillary Clinton pada 2016. Dia mengatakan empat tahun bersama suaminya, sejak 2016, adalah masa yang sulit baginya.

Dia mengatakan bahwa dengan begitu banyak yang dipertaruhkan dalam pilpres 2020, dia menganggap pendukung Trump egois. "Karena itulah saya marah pada suami saya," katanya.

"Saat aku memintanya melakukan ini untuk anak-anak kita... dan untuk cucu kita di masa depan dan itu bukanlah sebuah hal penting baginya, itu membuka mata saya," ujarnya sebagaimana dilansir RT.

Cuitan Beverly itu mendapat reaksi beragam, dan beberapa bernada humor, seperti seorang pengguna Twitter yang mengatakan: "jika dia mencari suami, saya akan merekomendasikan (dari) Portland," sementara pengguna lain berkata bahwa dia akan menderita selama empat tahun lagi, menyiratkan bahwa Trump akan kembali terpilih.

BACA JUGA: Keponakan Osama Bin Laden Dukung Trump untuk Menangi Pilpres AS

Meski begitu, tak sedikit juga pengguna Twitter yang bersimpati pada penderitaan Beverly. Mereka berbicara tentang konflik terkait pilihan politik pada perkawinan dan keluarga mereka sendiri dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa pengguna Twitter mengatakan mereka telah menghindari pertemuan keluarga sejak 2016, dan yang lain mengatakan dia tidak bisa lagi menghormati ibu dan ayah tirinya karena berbeda pilihan dan menganggap mereka tidak memiliki "kapasitas untuk berpikir bebas."

"Bagi saya, tidak mendukung Trump adalah keputusan moral, dan baginya, itu hanya politik. Saya tidak bisa terus berpura-pura bahwa saya (tidak) kehilangan rasa hormat padanya," kata seorang wanita yang putus dari pacarnya yang mendukung Trump.

Ketegangan perkawinan terkait politik telah meningkat sejak Trump terpilih pada 2016, dan kemungkinan akan meningkat lagi menjelang pemilihan ulang November.

Sebuah studi oleh perusahaan jajak pendapat AS Wakefield Research pada 2017 menemukan bahwa satu dari 10 pasangan telah mengakhiri hubungan mereka karena perbedaan politik. Kaum milenial dua kali lebih mungkin untuk memutuskan perkawinan atau hubungan serius mereka karena masalah ini.

Studi itu juga menyebutkan bahwa satu dari lima pasangan lebih banyak berdebat tentang Trump daripada tentang uang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini