Modus Gandakan Uang, Dukun Palsu Ditangkap

Kuntadi, Koran SI · Selasa 22 September 2020 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 510 2281541 modus-gandakan-uang-dukun-palsu-ditangkap-9lJZ0TQK2U.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

SLEMAN - Seorang warga Mlati Sleman, SYD (52) diamankan petugas Reskrim Polsek Mlati karena melakukan penipuan berberkedok penggandaan uang. Pelaku ditangkap setelah korban melapor polisi dengan kerugian mencapai ratusan juta.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan, pelaku ditangkap setelah menipu korban Harim Bhava (52). Pelaku memperdayai korban mampu melakukan penggandaan uang dengan menggunakan ritual.

“Jadi korban ini diajak ritual dengan janji bisa menggandakan uang,” kata Hariyanto di Mapolsek Mlati, Senin (21/9/2020).

Awalnya korban memperdayai korban dengan dalih bisa memasukkan batu akik ke dalam telur. Tidak hanya itu, korban juga meyakinkan korban memiliki jimat berupa rantai babi dan batara kalang yang bisa menghilang. Korban juga membakar dupa atau candu sampai asapnya memenuhi ruangan dan menggerakkan kendi.

“Untuk meyakinkan korban pelaku ini melakukan tipu daya dengan berbagai trik,” katanya.

Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp335,7 juta. Setidaknya korban menyerahkan uang hingga 40 kali dari rentang April sampai dengan Juli 2020.

“Pelaku ini residivis dan pernah masuk (penjara) pada 2015,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Dwi Noor Cahyo mengatakan, kasus ini terungkap setelah korbannya melaporkan ke polisi. Korban curiga karena telanjur menyerahkan uang namun hasil penggandaan tidak pernah terbukti. Justru pelaku sulit dihubungi dan berupaya menghindar dari korban.

“Ada beberapa korbannya, tetapi TKP-nya beda. Kami sarankan melapor di polsek lain,” katanya.

Sementara pelaku mengakui tidak bisa melakukan penggandaan uang. Dia sengaja menipu korban dan uang diperoleh untuk berfoya-foya. “Habis untuk senang-senang, karaoke minum juga,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya surat pernyataan korban menyerahkan uang. Kemudian rekening bank, satu botol minyak, satu buah candu, satu buah kendi, kardus, ponsel, dan pakaian. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini