Arab Saudi Buka Kembali Umrah secara Bertahap Mulai 4 Oktober

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Rabu 23 September 2020 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 18 2282182 arab-saudi-buka-kembali-umrah-secara-bertahap-mulai-4-oktober-rTJL56glTp.jpg Ilustrasi (Dok Okezone/Widi Agustian)

JEDDAH - Arab Saudi mengumumkan membuka kembali ibadah umrah secara bertahap dengan jumlah jamaah terbatas, mulai 4 Oktober 2020.

Hal itu sebagaimana dilaporkan Suadi Press Agency, mengutip sumber di Kementerian Dalam Negeri Saudi.

Melansir Saudi Press Agency, Rabu (23/9/2020), sumber di kementerian menyebut hal itu berdasarkan laporan otoritas berwenang soal perkembangan virus corona dan sebagai tanggapan atas aspirasi umat Islam baik di dalam maupun luar negeri, dan serta keamanan dan keselamatan pengunjung.

Pada tahap pertama, warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan diizinkan umrah dengan kapasitas 30% mulai 4 Oktober atau berarti 6 ribu jamaah per hari mengikuti kebijakan protokol kesehatan di Masjidil Haram.

Pada tahap kedua, warga dan ekspatriat di Kerajaan akan dizinkan umrah, mengunjungi Rawdah di Masjid Nabawi di Madinah, sholat di Dua Masjid Suci mulai 18 Oktober. Pada tahap kedua ini, batas kapasitas 75% atau sekira 15 ribu jamaah per hari, sejalan dengan sejalan dengan langkah-langkah penanganan kesehatan di Masjid Nabawi.

Tahap ketiga, jamaah dari luar negeri diizinkan umrah mulai 1 November dengan kapasitas penuh atau 100% dan akan berlangsung hingga pandemi corona berakhir.

Sumber menambahkan, kedatangan jamaah umrah dari luar negeri akan dilakukan bertahap dari negara-negara yang bebas dari risiko Covid-19.

Pada fase berikutnya, warga Saudi maupun ekspatriat dari dalam dan luar akan dimungkinkan melaksanakan umrah, kunjungan, dan sholat dengan kapasitas normal Masjidil Haram dan Masjid Nawabi, saat otoritas kerajaan memutuskan risiko pandemi Covid-19 menghilang.

Nantinya, jamaah dan pengunjung diatur melalui aplikasi yang akan diluncurkan Kementerian Haji dan Umrah Saudi guna menerapkan standar dan pengawasan kesehatan, yang disetujui Kementerian Kesehatan.

Nantinya, para peziarah dan jamaah harus mematuhi protokol dan persyaratan kesehatan, termasuk memakai masker, menjaga jarak aman, dan menghindari kontak fisik. Sumber menambahkan, tahapan ini dievaluasi sesuai dengan perkembangan pandemi. (erh)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini