Unik! Polisi Kenakan Helm Berbentuk Virus Corona saat Razia

Taufik Budi, Okezone · Rabu 23 September 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 512 2282287 unik-polisi-kenakan-helm-berbentuk-virus-corona-saat-razia-zw1ZuiBRdE.jpg Polisi kenakan helm berbentuk virus corona. Foto: Taufik Budi

SEMARANG – Sejumlah anggota Polda Jawa Tengah mengenakan dandanan nyentrik berupa mengenakan helm dan tongkat berbentuk virus corona atau Covid-19. Mereka akan disebar untuk sosialisasi penerapan protokol kesehatan sekaligus menindak masyarakat yang melanggar.

Pelindung kepala yang dikenakan itu merupakan helm modifikasi, yaitu dengan tambahan gelas bekas air mineral dan bola-bola plastik. Dengan penataan tersebut, helm terlihat seperti virus corona.

Helm dan tongkat berbentuk virus corona itu menjadi kelengkapan dari Tim Tindak Covid-19 Polda Jateng. Mereka juga dibekali 16 unit kendaraan roda dua serta 472 kendaraan roda empat. Polisi nyentrik itu berpatroli di pusat-pusat keramaian.

“Kita ketahui bersama bahwa sampai dengan hari ini wilayah hukum Polda Jawa Tengah ini masih diselimuti dengan adanya pandemi Covid-19,” kata Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji kepada awak media.

“Dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah memiliki gagasan untuk mem-branding beberapa unit kendaraan bermotor ini, akan kita berikan tugas di lapangan untuk mengimbau, mengingatkan kembali untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan,” terangnya.

Dengan hadirnya polisi-polisi nyentrik itu diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Meski demikian, masyarakat yang ditemukan melanggar protokol kesehatan hanya akan dikenakan sanksi sosial karena aturan di masing-masing daerah berbeda.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Penderita Diabetes dan Hipertensi Diberi Gelang Khusus

“Kalau kita melihat perda dari tiap-tiap kabupaten/kota ini kan bervariatif, tapi tentu semuanya masih mengarah pada sanksi-sanksi sosial,” tandasnya.

“Sekali pun sebetulnya kami di Kepolisian sudah mendapatkan sebuah instruksi untuk memberi sebuah tindakan tegas, namun Polda Jateng saya rasa itu belum perlu untuk kita lakukan, karena saya menyadari dan yakin betul bahwa masyarakat Jateng ini masih mudah untuk diberikan pemahaman (protokol kesehatan),” pungkasnya.

Baca JugaWarung Makan 'Bu Fat' Jadi Klaster Covid-19, Destinasi Wisata Kuliner di Jateng Diperketat

Baca Juga: Kasus Harian Kematian Covid-19 Pecah Rekor, Ini Pandangan Epidemiolog

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini