Aksi Jambret Tas Pasutri Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap

Herman Amiruddin, Okezone · Rabu 23 September 2020 22:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 609 2282736 aksi-jambret-tas-pasutri-terekam-cctv-pelaku-ditangkap-1jibIhgUN7.jpg Aksi pelaku jambret tas pasutri terekam CCTV. (tangkapan layar CCTV)

MAKASSAR - Satu dari dua pelaku jambret yang terekam CCTV di Makassar, ditangkap polisi. Sebelumnya dua pelaku berboncengan merampas tas milik pasangan suami istri (pasutri) di Jalan Toddopuli V, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan Minggu (20/9/2020) pukul 13.00 WITA, yang viral di media sosial.

Kapolsek Manggala, Kompol Saiful Alam mengatakan, aksi yang dilakukan dua pelaku ini terekam kamera CCTV saat menjambret korban S (52) hingga kemudian melapor ke Polsek.

Setelah viral di media sosial, korban jambret, S mengalami luka lecet karena terjatuh. Korban mengaku mengalami kerugian senilai Rp9 juta.

"Dua (handphone) merek Samsung dengan Nokia. Harga dua handphone itu diperkirakan Rp7 juta. Kerugian korban itu ada uang tunai Rp2 juta, terus handphone itu," kata Saiful kepada wartawan di Makassar.

Saiful menjelaskan, kejadian bermula saat korban S bersama suaminya AS berjalan kaki hendak mendatangi rumah keluarganya yang berlokasi di Jalan Toddopuli V, Makassar.

Saat di tengah perjalanan dua pria yang mengendarai sepeda motor berwarna hitam menghampiri korban setelah memutar balik kendaraannya. Kedua pelaku yang masih berada di atas motor langsung merampas tas.

Saat tasnya ditarik, korban S berusaha mempertahankan tas miliknya. Hanya saja, tenaganya tidak cukup kuat untuk menandingi kekuatan pelaku. S akhirnya terjatuh setelah tangannya terlepas dari tas yang dijambret pelaku.

Sementara hasil penyelidikan, salah satu pelaku jambret yakni AS (18) ditangkap polisi. AS ditangkap tim gabungan Polsek Manggala dan Polsek Bontoala pada Minggu 20 September 2020 pukul 18.30 Wita, malam.

"Pelaku yang ditangkap AS. Dia yang dibonceng dan menarik tas korban. Kalau yang membonceng inisial I, masih dalam pencarian," ujar Saiful.

Saiful menjelaskan meskipun kasus jambret yang viral itu terjadi di wilayah hukumnya, belakangan diketahui AS juga kerap melakukan kejahatan yang serupa di wilayah hukum Polsek Bontoala.

"Karena TKP lebih banyak di Bontoala, sehingga Bontoala yang ambil alih. Kalau laporan di Manggala cuma satu," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini