Kisah Melawan Rindu, Prajurit TNI Kerek HP untuk Dapat Sinyal di Perbatasan

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 25 September 2020 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 340 2283969 kisah-melawan-rindu-prajurit-tni-kerek-hp-untuk-dapat-sinyal-di-perbatasan-dVf7pDBNSf.jpg Danpos Skofro Lama Keerom, Serka Adhi Susilo saat menggerek HP miliknya ke tower (foto: Okezone.com/Edy)

KEEROM - Pengabdian diperbatasan negara, mengawal kedaulatan Bangsa di wilayah terpinggirkan yang berbatasan dengan negara lain tentunya memiliki tantangan berbeda. Semisal yang banyak dijumpai adalah minimnya jaringan komunikasi, selain infrastruktur dasar yang masih minim.

Membahas soal sarana komunikasi, lantas bagaimana dengan nasib para prajurit TNI untuk berkomunikasi bersama keluarganya, yang ada diseberang khususnya di Jawa Tengah. Kondisi ini tentu dialami oleh hampir seluruh prajurit Satgas Pamtas dari berbagai satuan.

Okezone akan mengungkap kisah perjuangan melawan rindu, prajurit Satgas Yonif Mekanis Raider (MK) 413 Kostrad Pos Skofro Lama Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom kepada keluarganya.

 TNI

Serka Adhi Susilo, salah satu Prajurit Yonif MR 413 Kostrad, yang menjabat sebagai Komandan Pos Skofro Lama menceritakan pengalamannya, dalam upaya menghubungi keluarga tercintanya di Kabupaten Sukoharjo.

Untuk diketahui bahwa Pos yang berada di Kampung Skofro Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom ini berjarak 200 Kilometer, dan menempuh perjalanan 5 jam dari Kota Jayapura.

Hal unik yang dilakukan Serka Adhi yaitu menaikkan penguat sinyal dengan cara mengerek menggunakan tali ke atas tower listrik yang memiliki tinggi 70 meter.

"Kami membawa penguat sinyal tersebut dari Homebase, karena sebelumnya kami mendapat informasi dari Satuan Tugas lama, bahwa di Pos tersebut tidak ada sinyal sama sekali. Selain lokasinya yang terpencil, juga karakteristik dataran yang berliku menjadikan wilayah tersebut sulit dimasuki sinyal," ungkap Adhi kepada Okezone, Jumat (25/9/2020).

Namun tidak setiap hari pos bisa mengerek penguat sinyal tersebut ke atas tower, mengingat cuaca di Kampung Skofro juga tidak menentu dan selalu berubah-ubah.

"Jika hujan turun kami tidak bisa menghubungi Keluarga, mengingat alat penguat sinyal tersebut akan rusak jika terkena air," lanjutnya.

Namun, upaya menghubungi keluarga tidak membuat naluri disiplin tempur Pos Skofro Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad terganggu, atensi yang diberikan Dansatgas tetap mereka pedomani dalam menjalankan tugasnya sebagai pengaman perbatasan tetap dipedomani.

"Kami tetap memelihara disiplin tempur sesuai arahan Dansatgas," tegasnya.

Pengalaman Adhi mengerek penguat sinyal ke atas tower untuk menghubungi sanak keluarganya, merupakan satu diantara sekian banyak cerita suka duka pengalaman Prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan.

"Kami akan tetap setia menjaga kedaulatan NKRI meski harus mengambil resiko meninggalkan sementara keluarga," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini