Melawan Polisi, Bandar 7 Kg Sabu di Medan Ditembak Mati

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Jum'at 25 September 2020 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 608 2283908 melawan-polisi-bandar-7-kg-sabu-di-medan-ditembak-mati-MosYVmKkGW.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

MEDAN - Bandar sabu jaringan internasional ditembak mati Satres Narkoba Polrestabes Medan. Tindakan tegas dan terukur itu dilakukan karena pelaku melawan menggunakan senjata api rakitan.

Bandar sabu yang ditembak mati berinsial S (41), warga Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Petugas mengamankan dua bandar lainnya yakni, A, (46) dan IH alias I (50). Keduanya merupakan warga Jalan Jambi, Kel. Rambung Barat, Kec. Binjai Selatan. 

Polisi juga mengamankan barang bukti 7 Kg sabu asal Malaysia yang akan diedarkan di Kota Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Narkoba AKBP Ronny Nicolas Sidabutar menjelaskan kronologi penangkapan.

“Pada 20 September 2020 Tim Satres Narkoba mendapat info ada pengedar sabu di Jl. Bhayangkara, Kel. Indra Kasih, Kec. Tembung. Tim menuju ke TKP dan berhasil meringkus dua tersangka, A dan IH. Dari keduanya disita barang bukti 2 kg sabu,” jelasnya. 

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

Hasil pengembangan dari dua tersangka, petugas mengantongi identitas bandar lainnya. Pada 23 September 2020, petugas yang mengetahui keberadaan salah seorang bandar di kawasan Jl. Glugur Rimbun, Diski, Kel. Sei Mencirim, Kec. Sunggal. 

Baca juga: Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Tangsel, Barang Bukti 2,5 Kg Sabu

Tim bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka, S. Dari tersangka S disita barang bukti 5 Kg sabu.

Namun, saat hendak diboyong ke Mapolrestabes Medan tersangka, S berusaha melakukan perlawanan dan mencoba melukai petugas dengan senpi rakitan. Tak mau ambil risiko, petugas menembak tersangka, S.

Selanjutnya petugas langsung memboyong tersangka ke RS Bhayangkara, namun nyawanya tak terselamatkan dan dinyatakan tewas.

Hasil interogasi terhadap para tersangka, sabu itu didapatkan dari seorang bandar, N yang berada di Malaysia dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Para tersangka membeli sabu seharga Rp300 juta per 1 Kg dan dijual kembali Rp350 juta per Kg.

“Kami beli 1 Kg seharga Rp300 juta. Dijual kembali Rp350 juta perkilonya. Hanya dalam sebulan 1 Kg sabu ludes terjual,” kata tersangka.

Ditanya untung jual sabu untuk apa, tersangka A mengaku dipergunakan untuk biaya sehari-hari. “Untuk biaya hidup sehari-hari,” katanya. 

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Subs 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati. (qlh)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini