Ini Syarat Lengkap Penerima Bantuan Kuota Internet

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 25 September 2020 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 65 2283677 ini-syarat-lengkap-penerima-bantuan-kuota-internet-ej2Rpficfj.jpg Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah resmi memberikan bantuan kuota data internet kepada guru, siswa, dosen dan mahasiswa. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pun menyampaikan syarat-syarat penerima bantuan kuota tersebut.

Menurut Nadiem, persyaratan penerima ini terbagi atas jenjang Paud, sekolah dasar dan menengah pendidikan tinggi. Nadiem menjelaskan, untuk peserta didik Paud dan jenjang pendidikan menengah harus terdaftar di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

‘’Serta memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik, orang tua anggota keluarga ataupun walinya jadi harus aktif ponselnya," katanya saat peresmian kebijakan bantuan kuota data internet 2020, via daring, Jumat (25/9).

Diketahui, Kemendikbud meresmikan bantuan kuota data internet tahun 2020. Peresmian bantuan kuota data ini juga turut disaksikan oleh Menkomindo Johnny G Plate dan Menteri BUMN Erick Thohir. Hadir pula secara virtual jajaran petinggi perusahaan telekomunikasi yang bekerja sama.

Baca juga: Mendikbud Pastikan Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Terlaksana

Sementara untuk mahasiswa, alumni Harvard ini menjelaskan, mereka harus terdaftar di aplikasi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Selain itu, penerima adalah mahasiswa yang masih aktif kuliah atau sedang menuntaskan gelar ganda. Selain itu, penerima wajib memiliki nomor ponsel aktif serta Kartu Rencana Studi pada semester berjalan.

Nadiem Makarim.

Mendikbud menjelaskan, pendidik di jenjang Paud dan Pendidikan dasar dan menengah juga harus terdaftar di aplikasi Dapodik. Sementara untuk dosen wajib terdaftar di PD Dikti dengan status aktif pada tahun ajaran 2020-2021.

Nadiem mengatakan, dosen harus memiliki nomor registrasi dosen seperti Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) atau Nomor Urut Pendidik (NUP). 

Baca juga: Belum Terima Bantuan Kuota Internet? Ini Solusi dari Mendikbud

''Kami pastikan bahwa persyaratan tersebut dilakukan agar meminimalisir isu-isu birokratis yang bisa menghalang. Jadi kami buat persyaratannya sesederhana mungkin untuk bisa mendapat bantuan kuota data internet," katanya.

Nadiem melanjutkan, proses verifikasi dan validasi nomor ponsel juga penting. Pendataan nomor ponsel dilakukan oleh operator yang ditunjuk satuan pendidikan pada Dapodik dan PDDIkti. Setelah itu dilakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler pada perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk ditentukan apakah nomor ini aktif atau tidak. 

Selain itu, pimpinan satuan pendidikan juga wajib mengunggah surat pernyataan tanggung jawab mutlak. Nadiem menekankan, kepala sekolah maupun pimpinan universitas adalah penanggung jawab untuk akurasi dari nomor-nomor tersebut. 

"Langkah keempat operator melakukan pemutakhiran nomor ponsel dan langsung dikirim kuotanya kepada penerima,'' ucapnya.

Diketahui, Kemendikbud meresmikan bantuan kuota data internet selama 4 bulan untuk membantu masa PJJ di tengah pandemi ini dengan anggaran Rp7,2 Triliun. Paket kuota internet untuk peserta didik PAUD mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. 

Sementara itu paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini