Rektor IPB Ungkap Tubuhnya Sempat Drop Sebelum Positif Covid-19

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 26 September 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 65 2284123 rektor-ipb-ungkap-tubuhnya-sempat-drop-sebelum-positif-covid-19-Fuj7gX9TpH.jpg Rektor IPB, Arif Satria. (Foto : Dok Pribadi)

JAKARTA – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria sempat dinyatakan positif virus corona (Covid-19) berdasarkan pemeriksaan tes swab atau usap yang dilakukannya pada Jumat (18/9/2020). Terkini ia telah dinyatakan negatif dari Covid-19.

Arif menuturkan, menjaga imunitas menjadi sangat penting saat memiliki banyak aktivitas serta mobilitas tinggi di luar rumah. Tiga minggu sebelum dinyatakan terkonfirmasi positif, dirinya sudah merasakan tidak enak badan.

"Memang sejak saya dinyatakan positif itu ketika saya sudah mengalami kurang lebih tiga minggu tidak stabil kondisinya. Kondisi drop inilah yang kemudian rentan terhadap Covid-19," tuturnya dalam acara diskusi yang ditayangkan virtual, Sabtu (26/9/2020).

Sebelum dinyatakan terkonfirmasi positif, kondisinya memang sempat menurun karena sakit radang tenggorokan. Menurutnya, hal itu dikarenakan kelalaiannya sendiri yang memforsir tenaga dan tidak menjaga makan dan minuman yang masuk ke tubuh.

"Memang kan saya drop karena radang. Karena saya main bulutangkis enam set kemudian minum es, langsung radang. Ketika radang dan kegiatan padat, itu kan imunnya terganggu, baru kemudian virus masuk," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Arif, berdasarkan hasil analisis tim riset virus dari IPB, virus yang ada di dalam tubuhnya merupakan virus baru. Tim riset, kata Arif, menjelaskan Covid-19 baru saja hinggap di tubuhnya tiga sampai empat hari sebelum dia melakukan pemeriksaan swab.

"Kemudian analisis dari ahli virus IPB di lab, virusnya itu masih baru. Jadi kurang lebih 3 atau 4 sebelum saya diswab itu," katanya.

Dia mengaku sesaat setelah dinyatakan terkonfirmasi positif positif Covid-19, sempat mendapat tekanan psikologis. Namun, hal itu bisa segera teratasi saat dirinya mendapatkan dukungan dari banyak orang.

Baca Juga : Pilkada Medan, Fahri Hamzah: Plt Tak Sanggup, Harus Ada Mandat Baru

"Begitu saya dinyatakan positif apapun juga harus saya akui ada guncangan-guncangan psikologi ya, mental ini masalah. Ketika saya mendeklarasikan terkena Covid itu awal mendapatkan energi positif yang luar biasa. Karena doa datang dari mana-mana," ucapnya.

Baca Juga : Rektor IPB Sembuh dari Corona

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini