Kampanye Berkerumun Ada Sanksinya, Polda NTB Tantang Kreativitas Pasangan Calon

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 30 September 2020 22:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 340 2286441 kampanye-berkerumun-ada-sanksinya-polda-ntb-tantang-kreativitas-pasangan-calon-HcbMOiDkMZ.jpg Kapolda NTB M Iqbal (foto : Humas Polda NTB)

JAKARTA - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menekankan kepada seluruh pasangan calon (paslon) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk betul-betul menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 selama masa kampanye.

Demi mencegah klaster Covid-19 Pilkada 2020, Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal "menantang" para paslon untuk mengadakan kampanye sehat. Salah satu caranya dengan mengadakan lomba kampanye sehat bagi setiap kontestasi yang bertarung di pesta demokrasi tersebut.

’’Ada banyak cara kampanye yang lebih sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19. Mau tak mau harus dilakukan cara kreatif. Nekat memaksakan kampanye model lama dengan dasar kerumunan bisa terkena sanksi,’’ kata Iqbal dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Iqbal menyebut, dalam kampanye sehat itu, paslon dinilai harus komitmen menerapkan protokol kesehatan, diawasi oleh satgas Covid-19 dan tidak menciptakan kerumunan.

’’Bentuknya bebas. Silakan, apa saja, asal tidak melanggar protokol dan ketentuan hukum yang berlaku. Kami tantang kreativitas tim sukses para paslon,’’ terangnya.

Kegiatan itu dilakukan untuk terus melakukan mitigasi penyebaran virus corona di NTB. Mengingat, rata-rata pertumbuhan kasus harian Covid-19 di NTB berkisar kurang dari 30-an.

Baca Juga : Kasus Djoko Tjandra dan Kebakaran Kejagung Bukan Tentang Kapolri, tapi Institusi

Sejauh ini, dari sepuluh kota/kabupaten di NTB, semuanya sudah mencatatkan diri zona orange dan hijau. Kecuali Dompu, kabupaten tersebut masih menjadi zona merah, dan terpapar akibat klaster posyandu yang terlambat diantisipasi.

Di sisi lain, Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengapresiasi langkah Polda NTB dalam menginisiasi Lomba Kampanye Sehat Pemilukada 2020. Fritz menilai Polda NTB cukup proaktif dalam mengaplikasikan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan aturan lainnya.

"Saya sangat apresiasi dengan kegiatan Polda NTB agar paslon inisiatif. Secara tidak langsung agar mematuhi terkait dengan peraturan yang sudah ada dan melakukan inovatif. Karena ini lomba dalam satu sisi mengajak masyarakat dan paslon," kata Fritz terpisah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini