Ponpes Jadi Klaster Covid-19, Penanganan Butuh Protokol Khusus

Taufik Budi, Okezone · Kamis 01 Oktober 2020 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 512 2286953 ponpes-jadi-klaster-covid-19-penanganan-butuh-protokol-khusus-hWhDvrQ9ah.jpg Ganjar Pranowo. (Foto: Okezone.com)

SEMARANG – Sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah jadi klaster penyebaran Covid-19. Untuk menangani hal ini, diperlukan protokol kesehatan khusus yang melibatkan kerja sama antara ulama, pengelola ponpes dan pemerintah.

“Kuncinya ada di para kiai, nyai, sesepuh. Kemudian peran Kemenag menjadi penting, ulama bisa bertemu untuk sama-sama buat aturan protokol di pesantren,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Kamis (1/10/2020).

Masyarakat pesantren juga perlu diedukasi tentang potensi penyebab penularan Covid-19. Untuk itu, dibutuhkan kader yang dilatih untuk memberi edukasi dan menambah literasi. Nantinya, para kader tersebut didampingi oleh Dinas Kesehatan setempat.

Ganjar Pranowo

“Terus kemudian protokolnya dibuat. Nah setelah itu nanti akan kita ketahui kekurangannya apa, pasti sarana prasarana. Nah seperti ini, bagaimana? Ya, mari pemerintah membantu. Maka butuh kerja sama, antara pengelola ponpes dengan pemerintah,” jelas Ganjar. 

Selain itu, ketakutan di kalangan pesantren karena stigmatisasi orang yang terpapar Covid-19, juga harus segera diubah. Untuk itu, penting keberadaan kader untuk menambah literasi tentang Covid-19.

Baca juga: Penambahan Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Pekan Ini dari Jawa Barat

“Ini penting, karena kalau enggak ini akan menjadi keresahan, maka kita musti jaga perasaan dan kepada para ulama-ulama, memang penting untuk kita bicara,” tegasnya. 

Dia memastikan pengecekan penerapan protokol kesehatan hingga hari ini terus dilakukan. Secara khusus, gerakan ‘Jogo Santri’ terus digencarkan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin.

“Di Jateng sudah mulai namanya jogo santri, jogo kiai, Pak Wagub Gus Yasin sudah jalan meskipun belum semua,” kata Ganjar. 

Ganjar menegaskan, penanganan Covid-19 di pesantren memang dilakukan dengan cepat. Musababnya, pihaknya tak memungkiri ponpes jadi salah satu tempat yang berpotensi menjadi klaster. 

“Sebenarnya itu terjadi ya sama kaya di kantor juga, maka jangan kemudian diberikan stempel-stempel yang berlebihan, maka kita siap untuk membantu,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini