Mengenal Kampung Batik Kriyan Cirebon

Fathnur Rohman, Okezone · Jum'at 02 Oktober 2020 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 525 2287560 mengenal-kampung-batik-kriyan-cirebon-mQnbm770CX.jpg Pembutan batik di Kampung Batik Kriyan. Foto: Fathnur Rohman

CIREBON - Daerah Trusmi sudah dikenal masyarakat luas sebagai kampung batik di Cirebon, Jawa Barat. Banyak motif batik di kampung ini yang memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri.

Namun, tidak hanya Trusmi saja yang menyandang predikat sebagai kampung batik di Cirebon. Ternyataya baru-baru ini ada juga kampung batik yang muncul, tepatnya di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Nama kampung batik ini adalah kampung batik Kriyan. Lokasinya berada di Kampung Kriyan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Kampung batik ini terbilang baru karena didirikan sekitar 2018.

Kampung batik Kriyan melahirkan motif batik yang cukup beragam seperti motif daun jati, daun pandan, motif perahu, wayang, motif daun kersem dan sebagainya.

Motif-motif batik ini diciptakan langsung oleh masyarakat sekitar. Mereka terinsipirasi membuat motif seperti itu dari tanaman yang tumbuh di sekitar tempat tinggalnya.

"Batik Kriyan adalah hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon dengan Korea Arts & Culture Education Service (KACES). Mereka diberikan pelatihan dan pendampingan, dari menentukan motif, memproduksi batik, hingga menjual batik," kata Ketua RW 17 Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Bambang Jumantra, Jumat (2/10/2020).

Baca Juga: Kampung Kembangsongo, Pencetak Batik Khas Bantul yang Harganya Selangit

Ia menjelaskan, pembuatan batik di kampung batik Kriyan berbeda dengan pembuatan batik di daerah lain. Sebab, batik yang dibuat di sini memanfaatkan pewarna alami.

Pewarna itu didapat dari bahan-bahan seperti buah binahong, biji jolawe, dan kulit kayu mangrove.

Ia menambahkan, kendati belum dipasarkan secara luas, batik hasil buatan warga kampung Kriyan sudah banyak digemari sebagai oleh-oleh.

Baca Juga: 4 Tokoh Berpengaruh yang Pernah Mengenakan Batik, Siapa Saja?

Bahkan beberapa instansi serta pejabat daerah Kota Cirebon membeli batik dan membawanya ke Korea maupun Amerika.

"Entah untuk dijual atau pribadi. Batik kami juga aktif mengikuti pameran-pameran yang digelar oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Sementara itu salah satu pelatih batik Kriyan, Fery Sugeng Santoso menuturkan, banyak pelajaran filosofis yang terkandung dalam aktivitas membatik. Seperti cara mencanting yang harus digerakan ke arah depan, kemudian ke arah kiri dan kanan.

"Di sana ada mengajarkan bahwasanya kita manusia menyadari, kita dari sisi yang kurang baik menjadi sisi yang baik," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini