Minilockdown Bakal Diterapkan di 9 Kelurahan Kota Bandung

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 02 Oktober 2020 22:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 525 2287644 minilockdown-bakal-diterapkan-di-9-kelurahan-kota-bandung-eCd07Ew6lG.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal menerapkan minilockdown atau pembatasan sosial berskala kampung (PSBMK) setara rukun warga (RW). Minilockdown hanya diterapkan di RW yang banyak ditemukan kasus positif Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, pemkot telah mendata sejumlah RW di Kota Bandung yang bakal menerapkan minilockdown karena kasus warga positif terpapar virus Corona tinggi dan tak turun-turun.

"Saat ini, kami berkoordinasi dengan camat dan lurah mengiformasikan kepada warga terkait rencana penerapan PSBMK. Kami mengundang para lurah yang berdasarkan data jumlah warga positif aktif (Covid-19) di kelurahan itu berkategori tinggi. Kami memberikan arahan persiapan jika kebijakan itu (PSBMK) nanti diambil oleh pak Wali Kota (Oded M Danial)," kata Ema di Balai Kota Bandung seusai rapat koordinasi persiapan PSBMK, Jumat (2/10/2020).

Baca Juga: Klarifikasi Satgas : Pemerintah Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Pasien Covid-19

Ema mengemukakan, berdasarkan data kasus positif aktif Covid-19, kemungkinan hanya akan ada beberapa RW tersebar di sembilan kelurahan yang bakal menerapkan PSBM. Dua dari 9 kelurahan itu, yakni Sukaraja dan Sekeloa.

"Faktanya di sembilan kelurahan ini ada RW yang terdapat kasus positif aktif. Karena itu tadi kami kroscek ke lurah," ujar Ema.

Selain memberikan arahan terkait persiapan penerapan PSBMK atau minilockdown, tutur Sekda Kota Bandung, Pemkot Bandung juga meminta para camat dan lurah berkoordinasi dengan aparat lain di kewilayan seperti ketua rukun tetangga (RT) dan RW agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Sekda menuturkan, pada Senin 5 Oktober 2020, lurah akan memberikan laporan. Setelah itu tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 Kota Bandung akan turun ke lapangan melihat kesiapan PSBMK. "Bila perlu kami simulasikan. Dalam artian, apapun keputusan yang diambil harus hasil kesepakatan bersama agar tidak ada gejolak dari masyarakat," ucapnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung hingga Selasa 29 September 2020, sebanyak 1.300 warga Kota Bandung terkonfirmasi positif Covid-19. Dari angka tersebut, sebanyak 1.076 orang telah sembuh, 166 masih aktif Covid-19, dan 58 meninggal dunia.

Namun pada Jumat (2/10/2020) angka pasien terkonfirmasi Covid-19 aktif turun menjadi 156 orang. Berdasarkan catatan gugus tugas, sejauh ini sebanyak 1.343 pasien yang terkonfirmasi Covid-19 secara kumulatif.

Baca Juga: Bima Arya Cek Penambahan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Bogor

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan saat ini angka reproduksi Covid-19 di Kota Bandung turun dari di atas 1,0 menjadi 0,79. "Kota Bandung per hari ini di bawah satu 0,79, turun, walaupun dari kemarin naik," kata Ema.

Ema mengemukakan, seluruh pasien terkonfirmasi Covid-19 aktif saat ini tersebar di berbagai penjuru Kota Bandung. Mereka, kata dia, ada yang melakukan isolasi mandiri dan ada yang diisolasi di fasilitas kesehatan milik pemerintah. "Sampai saat ini jumlah kasus kematian akibat Covid-19 masih tetap berada pada angka 58 orang," kata Ema.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini