Mendikbud: Batik Bermakna Filosofis bagi Masyarakat Indonesia

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 02 Oktober 2020 22:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 65 2287639 mendikbud-batik-bermakna-filosofis-bagi-masyarakat-indonesia-x79hIjp8my.jpg Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto : tangkapan layar Kemendikbud)

JAKARTA – Hari Batik Nasional jatuh pada 2 Oktober, sebagai perayaan ditetapkannya batik sebagai warisan budaya UNESCO. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan batik memiliki makna filosofis ditengah masyarakat Indonesia.

Mendikbud menuturkan, batik tak hanya selembar kain bermotif. Batik, katanya, juga bukan hanya buah karya dan hasil ketekunan para pengrajin dan maestro batik.

''Tapi di dalamnya terkandung makna kehidupan filosofis masyarakat Indonesia. Mulai dari lahir hingga kembali ke hadirat Tuhan. Mulai dari pengaruh alam sekitar hingga ke pengaruh zaman,'' katanya pada Perayaan Hari Batik Nasional 2020: Mengusung Batik sebagai Branding Bangsa Indonesia melalui streaming Youtube, Jumat (2/10/2020).

Alumnus Harvard ini menjelaskan, batik diturunkan dari generasi ke generasi. Mulai dari pewarnaan simbol dan corak kehidupan. Warisan ini menuangkan kreativitas dan spiritualitas masyarakat Indonesia yang tidak lekang oleh waktu. Karena itu, ujarnya, sudah sepatutnya batik dijaga sebagai warisan budaya.

Nadiem menuturkan, hari ini adalah perayaan dari upaya pelestarian dan diplomasi budaya 11 tahun lalu yang telah menemui keberhasilan.

''UNESCO menetapkan batik masuk dalam daftar warisan budaya takbenda untuk kemanusiaan. Suatu hal yang luar biasa bahwa warisan milik bersama ini adalah katalis kemanusiaan,'' ucapnya.

Menurut Nadiem, kemanusiaan selalu menjadi yang utama dalam upaya nasional pembangunan manusia. Landasan pembangunan SDM, lanjutnya, harus berubah berupa pendekatan kemajuan budaya yang sifatnya tidak hanya melestarikan budaya tradisi, tetapi juga menghidupkan interaksi antar budaya untuk memperkaya keberagaman.

Melalui acara ini, Nadiem mengapresiasi inisiatif Yayasan Tjanting Batik Nusantara yang telah menginisiasi pembuatan kain batik sepanjang 74 meter. Presiden Joko Widodo memberi nama batik tersebut sebagai kain Batik Garuda Nusantara.

Sebagaimana diketahui, mahakarya Kain Batik Garuda Nusantara diwujudkan bersama Maestro Batik Nur Cahyo. Menggunakan kain 74 meter tanpa sambungan dengan pembatikan 2 sisi sepanjang 148 meter.

Melibatkan kurang lebih 90 Pembatik dengan total pembuatan sekitar 216.000 jam pembatikan. Menggunakan sekitar 3000 canting dan menggunakan pewarna alam.

Nadiem juga menyambut gembira inisiasi sentra digital batik pasar batik Indonesia yang diberi nama Kuklik Batik. ''Semoga pasar digital ini membuka akses seluas-luasnya bagi peminat di Indonesia dan mancanegara agar tidak hanya mengangkat perekonomian, tapi juga mendorong edukasi dan pelestarian batik,'' tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini