Klaster Ponpes dan Keluarga Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Jateng

Taufik Budi, Okezone · Senin 05 Oktober 2020 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 512 2288861 klaster-ponpes-dan-keluarga-penyumbang-kasus-covid-19-terbanyak-di-jateng-9knWsiI3pv.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEMARANG - Pondok pesantren dan keluarga menjadi klaster yang banyak menyumbang angka kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah. Selain itu, terdapat klaster-klaster lain yang menjadi penyebaran virus ini.

"Yang paling banyak itu ponpes dan rumah tangga (keluarga). Klaster pondok terbanyak ada Kebumen, Banyumas, Cilacap," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, Senin (5/10/2020).

Meski begitu, pihaknya tidak mengesampingkan penanganan pada klaster lain, seperti sekolah, kantor dan rumah tangga. Sebab, dengan penanganan klaster yang tepat, maka kasus Covid-19 bisa turun drastis.

"Angka 80 persen ini cukup tinggi, maka klaster memang saat ini yang menjadi fokus kami," ujarnya.

Dari 557 kasus baru yang muncul pada Senin (5/10/2020), 80 persen adalah sumbangan dari klaster baru. “80 persen itu seluruh klaster, yang terdiri pondok, sekolah, kantor, nakes, ada juga rumah tangga," terangnya. 

Baca juga: Bogor Zona Merah, Bima Arya: Kasus Positif Covid-19 Meningkat 15%

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah mitigasi dalam rangka penanganan klaster ini. 

"Ternyata penyebaran kasus baru di Jawa Tengah itu bukan dari individu, melainkan dari klaster. Dari sekian kasus baru, 80 persennya berasal dari klaster. Ada klaster perkantoran, sekolah, termasuk pondok pesantren yang kemarin di Banyumas, Kebumen dan Cilacap," kata Ganjar. 

Pihaknya telah memetakan dan melakukan mitigasi terhadap penanganannya. Menggandeng sejumlah instansi dan komunitas, Ganjar saat ini sedang menggenjot penyelesaian munculnya klaster-klaster baru tersebut. 

"Sekarang tim kami sedang melakukan pendampingan secara khusus. Untuk pondok pesantren, Gus Yasin sudah sering keliling ke pondok-pondok dan melakukan pendampingan. Selain itu, edukasi juga penting, agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif pada masyarakat yang positif Covid-19 itu," jelasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini