Viral Belasan Warga di Cirebon Nekat Buka Peti Jenazah Pasien Covid-19

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 05 Oktober 2020 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 525 2288631 viral-belasan-warga-di-cirebon-nekat-buka-peti-jenazah-pasien-covid-19-NbdAPnjoxV.jpg Foto: Tangkapan layar video viral.

CIREBON - Beredar video sejumlah masyarakat nekat membuka peti jenazah pasien Covid-19, yang akan dimakamkan di salah satu daerah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Video ini viral di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 2 menit 49 detik itu, belasan warga tidak terima jenazah dinyatakan positif Covid-19. Menurut mereka, semasa hidupnya pasien ini hanya mengidap penyakit jantung. 

Belasan warga kemudian langsung membuka peti jenazah pasien. Setelah dibuka, mereka terkejut karena jenazah pasien hanya mengenakan kaus dan diapers. Mereka menilai jenazah kerabatnya itu belum dibersihkan dan disholatkan. 

"Ya Allah ternyata belum disholatkan, belum dibersihkan, masih ada kausnya. Masih kotor. Dibawa balik saja," ujar salah seorang pria dalam video viral itu.

Menanggapi video tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menegaskan almarhum sudah dinyatakan positif Covid-19. Ia dirawat di RSD Gunung Jati Cirebon. Eni mengungkapkan, kejadian dalam video terjadi pada Minggu, 04 Oktober 2020 pagi.

"Pihak rumah sakit memberitahukan ke pihak keluarga kalau pasien Covid-19 ini pemulasarannya (pengurusan jenazah) berbeda dengan pasien biasa. Pihak keluarga meminta menguburkan jenazah itu Minggu jam sembilan pagi," kata Eni kepada wartawan, Senin (05/10/2020).

Baca juga: Ketika Presiden Jokowi dengar Curhatan Perawat Lewat Video Call

Ia menyampaikan, proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 ini sudah sesuai dengan protokol yang ada. Jenazah sudah dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan.  

"Kata ahli forensik itu pemusalaran sudah sesuai dengan protap. Ada dibungkus kain kafan, dibungkus plastik, dan ada peti. Kenapa pakaian masih melekat? Itu memang tidak boleh dilepas. Dicuci oleh cairan disinfektan, kemudian dibungkus plastik dan dibungkus kain kafan," jelasnya.

Menurut Eni, ada warga yang menjadi provokator dalam insiden itu. Sebab, petugas puskesmas di lapangan sudah menyiapkan baju khusus untuk warga yang mau ikut berpartisipasi melakukan pemakaman jenazah pasien Covid-19, sesuai dengan protokol yang ada.

"Pada hari itu temen-temen kita yang ada di lapangan, dari puskesmas itu sudah menyiapkan baju hazmat, masker, dan lainnya. Itu APD yang disiapkan untuk partisipasi masyarakat supaya menguburkan jenazah," bebernya.

Terpisah, Dirut RSD Gunung Jati dr Ismail Jamalludin mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengubur jenazah pasien Covid-19. Sehingga, petugas dari RSD Gunung Jati hanya mengantarkan jenazah pasien Covid-19 itu ke tempat pemakaman.

"Tugas kami hanya mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman yang telah dipilih oleh keluarga atau pemerintah desa setempat. Warga mengira yang harus menguburkan adalah kami. Kami tidak memiliki kewenangan itu," ujar Ismail.

Ismail memastikan, pihaknya sudah melakukan pemulasaran jenazah pasien sesuai dengan protokol yang ada. Jenazah pasien dibersihkan dan disterilisasi menggunakan cairan disinfektan.

"Kita mulai dengan pembersihan jenazah, kemudian didisinfeksi menggunakan cairan disinfektan, sampai ke proses pembungkusan jenazah. Kami bungkus menggunakan plastik, kain kafan, dan plastik lagi," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini