Warga Buka Paksa Peti Jenazah Pasien Covid-19, Kadinkes Cirebon: Ada Provokator!

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 05 Oktober 2020 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 525 2288717 warga-buka-paksa-peti-jenazah-pasien-covid-19-kadinkes-cirebon-ada-provokator-891zO2ndYy.jpg Kadinkes Cirebon, Eni Suhaeni. (Foto: Okezone.com/Fathnur R)

CIREBON - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menilai, ada warga yang menjadi provokator dalam insiden pembukaan paksa peti jenazah pasien positif Covid-19, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu 4 Oktober 2020.

"Kejadian kemarin itu ada yang memprovokasi. Sebetulnya pihak keluarga sudah tahu pasien Covid-19 meninggal dan akan dikuburkan jam sembilan pagi," ujar Eni kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Eni menegaskan, almarhum sudah dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19), ketika dirawat di RSD Gunung Jati Cirebon. Informasi itu pun sudah dibertahukan ke pihak keluarga dan pemerintah desa setempat.

"Orang tersebut sudah positif Covid-19 dan penguburannya juga penguburan pasien Covid-19. Keluarganya sudah paham, sudah tahu. Pak Kuwunya sudah menyampaikan ke kelurganya. Sudah oke semuanya," katanya.

Awalnya, lanjut Eni, jenazah direncanakan bakal dimakamkan pada Sabtu 3 Oktober 2020. Namun, pihak keluarga pasien meminta supaya jenazah dimakamkan pada Minggu 4 Oktober 2020 pagi.

Menurut Eni, sebelum pemakaman, petugas puskesmas di lapangan sudah menyiapkan baju khusus. Warga yang hendak ikut melakukan pemakaman jenazah pasien Covid-19, bisa memakai alat pelindung diri (APD) tersebut.

"Pada hari itu teman-teman kita yang ada di lapangan, dari puskesmas itu sudah menyiapkan baju hazmat, masker, dan lainnya. Itu APD yang disiapkan untuk partisipasi masyarakat supaya menguburkan jenazah. Sudah ada masyarakat yang siap menguburkan," bebernya.

Sementara itu, Dirut RSD Gunung Jati dr Ismail Jamalludin memastikan pihaknya sudah melakukan pemusalaran jenazah pasien Covid-19, sesuai dengan protokol yang ada.

Baca juga: Rata-Rata Kematian Akibat Corona di Indonesia 3,7% dengan Total 11.253 Orang

Dia menjelaskan, jenazah pasien terlebih dahulu dibersihkan, kemudian disterilisasi menggunakan cairan disinfektan. Selanjutnya, jenazah akan dibungkus plastik, lalu dibungkus kain kafan, dan terakhir dibungkus dengan plastik kembali.

"Setelah pemusalaran, banyak cairan tubuh yang keluar dari jenazah. Mohon maaf, dari anus dan lain-lain. Setelah kami lakukan disinfeksi kami putuskan untuk memakaikan popok. Untuk bajunya ini kami biarkan. Takut infeksius. Jadi kami beri cairan disinfektan saja," jelas Ismail.

Dia menuturkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengubur jenazah pasien Covid-19. Sehingga, petugas dari RSD Gunung Jati hanya mengantarkan jenazah itu ke tempat pemakaman.

"Tugas kami hanya mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman yang telah dipilih oleh keluarga atau pemerintah desa setempat. Warga mengira yang harus menguburkan adalah kami. Kami tidak memiliki kewenangan itu," ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar sebuah video sejumlah masyarakat nekat membuka peti jenazah pasien Covid-19, yang akan dimakamkan di salah satu daerah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Video ini viral di media sosial.

Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit 49 detik itu, terlihat belasan warga yang merasa tidak terima karena jenazah pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19. Menurut mereka, semasa hidupnya pasien ini hanya mengidap penyakit jantung.

Belasan warga tersebut kemudian langsung membuka peti jenazah pasien. Setelah dibuka, mereka terkejut karena jenazah pasien hanya mengenakan kaus dan diapers. Mereka menilai kalau jenazah pasien ini belum dibersihkan dan disholatkan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini