Baju Masih Melekat di Jenazah Pasien Covid-19, Ini Penjelasan Dirut RSD Gunung Jati

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 05 Oktober 2020 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 525 2288759 baju-masih-melekat-di-jenazah-pasien-covid-19-ini-penjelasan-dirus-rsd-gunung-jati-lrLGPsdnab.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

CIREBON - Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, memastikan bahwa pemulasaran jenazah pasien positif virus (Covid-19) yang peti matinya dibuka paksa oleh warga sehingga viral di media sosial pada Minggu 4 Oktober 2020, sudah sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dirut RSD Gunung Jati dr Ismail Jamalludin menjelaskan, jenazah pasien itu terlebih dahulu dibersihkan, kemudian disterilisasi menggunakan cairan disinfektan. Selanjutnya, jenazah dibungkus plastik, lalu dibungkus kain kafan, dan terakhir dibungkus dengan plastik kembali.

"Setelah pemulasaran, banyak cairan tubuh yang keluar dari jenazah. Mohon maaf, dari anus dan lain-lain. Setelah kami lakukan disinfeksi kami putuskan untuk memakaikan popok," jelas Ismail kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Lalu bagaimana dengan baju yang masih melekat di tubuh jenazah? Ismail mengatakan petugas sengaja membiarkannya karena jika di lepas dikhawatirkan menyebabkan infeksius. "Untuk bajunya ini kami biarkan, takut infeksius. Jadi kami beri cairian disinfektan saja," ucapnya.

Baca Juga: Warga Buka Paksa Peti Jenazah Pasien Covid-19, Kadinkes Cirebon: Ada Provokator!

Ia menuturkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengubur jenazah pasien Covid-19. Sehingga, petugas dari RSD Gunung Jati hanya mengantarkan jenazah pasien Covid-19 itu ke tempat pemakaman.

"Tugas kami hanya mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman yang telah dipilih oleh keluarga atau pemerintah desa setempat. Warga mengira yang harus menguburkan adalah kami. Kami tidak memiliki kewenangan itu," ujarnya.

Ismail melanjutkan, almarhum adalah pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya ia sempat dirawat di RSD Gunung Jati. Setelah beberapa waktu dirawat, kondisi pasien ini terus menurun. Sampai akhirnya dia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu 3 Oktober 2020 lalu.

Selain positif Covid-19, almarhum juga memiliki penyakit bawaan. Sebelum meninggal, di tubuhnya telah terjadi pembekuan darah.

Baca Juga: Viral Belasan Warga di Cirebon Nekat Buka Peti Jenazah Pasien Covid-19

"Rumah sakit sebelumnya memberi informasi bahwa pasien ini reaktif rapid test. Kemudian kami rawat dan lakukan tes swab. Hasilnya positif," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni menilai ada warga yang menjadi provokator dalam insiden pembukaan paksa peti jenazah pasien ini.

Padahal, sambung Eni, almarhum sudah dinyatakan positif terpapar Covid-19 ketika dirawat di RSD Gunung Jati Cirebon. Selain itu, pihak keluarga dan pemerintah desa setempat sudah diberitahu mengenai hal tersebut.

"Kejadian kemarin itu ada yang memprovokatori. Sebetulnya pihak keluarga dan kuwu sudah tahu pasien Covid-19 meninggal dan akan dikuburkan jam sembilan pagi," ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar sebuah video menampilkan sejumlah masyarakat yang nekat membuka peti jenazah pasien virus corona (Covid-19) yang akan dimakamkan di salah satu daerah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Video ini viral di media sosial.

Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit 49 detik itu, terlihat belasan warga yang merasa tidak terima karena jenazah pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19. Menurut mereka, semasa hidupnya pasien ini hanya mengidap penyakit jantung.

Belasan warga tersebut kemudian langsung membuka peti jenazah pasien itu. Setelah dibuka, mereka terkejut karena jenazah pasien hanya mengenakan kaos dan diapers. Mereka menilai kalau jenazah pasien ini belum dibersihkan dan disalatkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini