Buron 6 Tahun, Tersangka Kasus Korupsi Pupuk Subsidi Ditangkap Polres Pemalang

Suryono Sukarno, iNews · Selasa 06 Oktober 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 512 2289268 buron-6-tahun-tersangka-kasus-korupsi-pupuk-subsidi-ditangkap-polres-pemalang-8jKpXT9pfw.jpg Polres Pemalang rilis penangkapan tersangka kasus korupsi pupuk subsidi yang buron 6 tahun. (Foto : iNews/Suryono Sukarno)

PEMALANG – Dua orang tersangka kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang sempat buron selama 6 tahun dan merugikan negara hingga sebesar Rp2,92 miliar ditangkap Polres Pemalang.

Kapolres Pemalang, AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho mengungkapkan, Polres Pemalang mengamankan dua tersangka, yaitu RH (73) dan RS (53) atas dugaan keterlibatan kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan pupuk subsidi PG Sumberharjo sejumlah 1017,5 ton pada tahun anggaran 2012 dan sejumlah 280 ton pada tahun anggaran 2013.

Kejadian bermula ketika oknum pegawai PG Sumberharjo memanfaatkan izin pelaksanaan tebu rakyat kemitraan kerjasama operasional (KSO) untuk membuat rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) fiktif tanpa melalui mekanisme sesuai petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Pertanian, serta mencantumkan nama-nama yang tidak sesuai dengan kelompok tani yang terdaftar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Polres Pemalang rilis penangkapan tersangka kasus korupsi pupuk subsidi yang buron 6 tahun. (Foto : iNews/Suryono sukarno)

Kemudian, RDKK fiktif tersebut diserahkan pada kedua tersangka yang merupakan pengurus koperasi petani tebu rakyat (KPTR) Raksa Jaya Pemalang.

“Namun, KPTR Raksa Jaya Pemalang langsung mengirimkan RDKK fiktif tersebut ke perusahaan pupuk tanpa melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, setelah pupuk subsidi turun di gudang PG Sumberharjo, pupuk subsidi tersebut digunakan untuk pemupukan lahan dan digarap sepenuhnya tanpa melibatkan kelompok tani.

Dari hasil audit investigasi pada 14 Juli 2014 sampai 16 April 2015, BPKP Jawa Tengah menemukan kerugian negara untuk masa tanam tebu tahun 2012-2013 sebesar Rp2,92 miliar.

Baca Juga : Polri Hormati Putusan Hakim Tolak Praperadilan Irjen Napoleon

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) atau 3 UU Nomor 39 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 20 penjara.

Baca Juga : Pria Botak Bawa Ular ke Dinas PUPR untuk Minta Proyek, Polisi Ciduk Pelaku

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini