Bawa 680 Ton Bahan Kimia, Nakhoda WNI Diadili di Thailand

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 18 2291045 bawa-680-ton-bahan-kimia-nakhoda-wni-diadili-di-thailand-uOB17fCHis.jpg Ilustrasi.

JAKARTA – Seorang kapten kapal warga negara Indonesia (WNI) menjalani persidangan di pengadilan Provinsi Ranong, Thailand pada Rabu (7/10/2020). Kapten Sugeng Wahyono, nakhoda kapal berbendera Indonesia MT Celosia, telah ditahan di Ranong sejak 2019, karena tuduhan pelanggaran kepabeanan.

Menurut keterangan dari Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Songkhla, Thailand, Kapten Sugeng didakwa melakukan pelanggaran UU Kepabeanan Thailand saat MT Celosia membawa muatan cairan coolant seberat 680 ton dari Pelabuhan Port Klang, Malaysia dengan tujuan Pelabuhan Pak Nam, Ranong. Dia dianggap bertanggungjawab atas beberapa pelanggaran undang-Undang Thailand saat pertama di tahan pada 8 Januari 2019.

BACA JUGA: Konsulat RI Songkhla Bebaskan 11 Nelayan WNI yang Ditahan di Thailand

Beberapa pelanggaran yang dituduhkan terhadap Kapten Sugeng di antaranya adalah membawa kapal bermuatan besar bahan kimia memasuki wilayah perairan Thailand, membawa orang asing berupa 21 ABK MT Celosia, mempekerjakan orang asing di kapal yang disandarkan di Pelabuhan Ranong, membiarkan/mengizinkan pekerja setempat naik ke kapal dan membongkar muatan kapal tanpa izin dari otoritas setempat.

Konsulat Songkhla telah memberikan pendampingan, dengan fokus kepada kepentingan hukum Kapten Sugeng Wahyono dan 21 ABK serta kapal MT Celosia berbendera Indonesia sejak awal penahanan.

Berkat koordinasi dengan penasihat hukum yang di tunjuk, Konsulat RI Songkhla telah melakukan pendampingan untuk proses pre-trial conference sehinga satu persatu tuduhan yang di alamatkan kepada Capt. Sugeng dan 21 ABK MT Celosia dapat diselesaikan secara hukum.

BACA JUGA: KBRI Thailand Minta WNI Waspadai Kondisi Politik

Konsulat Songkhla juga bekerja sama dengan pemilik kapal telah memfasilitasi pergantian kru MT Celosia dengan kru baru untuk menangani kapal yang bermuatan cairan berbahaya selama bersandar di lepas pantai Pelabuhan Pak Nam, Ranong sampai 20 Juli 2019. MT Celosia telah berlayar kembali dengan penambahan kru dengan standar kapal tanker berbobot 4.751 ton.

Otoritas hukum Thailand telah menetapkan Kapten Sugeng dan tujuh orang lainnya, warga negara Thailand dan Malaysia, sebagai tersangka dengan jaminan tahanan luar oleh perusahaan masing-masing. Mereka menghadapi ancaman hukuman denda atau hukuman badan maksimal 10 tahun.

Dalam masa tahanan luar Kapten Sugeng tinggal di sebuah hotel yang disediakan oleh perusahaan kapal dan mendapat pendampingan secara teratur dari Konsulat RI Songkhla utamanya saat pandemic COVID-19 melanda Thailand sejak Maret 2020 sampai sekarang.

Dia seperti juga WNI di Thailand selama pandemi Covid-19 telah ikut menerima bantuan logistik dari Konsulat RI Songkhla sesuai dengan rencana mitigasi bencana yang di jalankan oleh Pemerintah RI melalui perwakilannya di luar negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini