Trump: 'Saya Kebal' dari Covid-19

Agregasi VOA, · Senin 12 Oktober 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 18 2292174 trump-saya-kebal-dari-covid-19-3xAt4kVsqT.jpeg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Instagram)

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya kebal dari Covid-19 dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Minggu (11/10/2020). Klaim itu disampaikan Trump di saat dia bersiap kembali berkampanye sebagai persiapan menghadapi lawannya, calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dalam pemilihan presiden November.

"Tampaknya saya kebal mungkin untuk jangka waktu yang lama atau sebentar, bisa seumur hidup, tidak ada yang tahu, tapi saya kebal," kata Trump sebagaimana dilansir VOA.

BACA JUGA: Trump dan Istrinya Dinyatakan Positif Covid-19

Pernyataan Trump itu disampaikan sehari setelah tim dokternya menegaskan ia tidak lagi berisiko menularkan penyakit tersebut.

Pada Sabtu (10/10/2020) Trump mengumpulkan ratusan pendukungnya di Gedung Putih, mengumumkan bahwa dirinya merasa sangat sehat. Ia kemudian berpidato setelah melepas masker yang dikenakannya.

"Saya sampaikan, negara kita akan mengalahkan virus China ini, dan kita akan memproduksi terapi dan obat-obatan yang ampuh, kita mengobati yang sakit dan kita akan pulih, vaksin akan keluar secepatnya," kata Trump.

Dalam sebuah memo yang dirilis oleh Gedung Putih, Ketua Tim Dokter Gedung Putih, Dr. Sean Conley mengatakan Trump memenuhi kriteria Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk menghentikan isolasi mandiri dengan aman dan bahwa dengan "standar yang diakui saat ini" ia tidak lagi dianggap berisiko menularkan virus. Memo itu tidak menyatakan Trump dites negatif.

BACA JUGA: Trump: Terinfeksi Corona Adalah Berkah dari Tuhan

Tes laboratorium yang sensitif seperti tes PCR bisa mendeteksi virus dalam sampel usap yang diambil dari hidung dan tenggorokan.

Dr. William Morice, yang mengawasi laboratorium di Mayo Clinic, sebelumnya mengatakan dengan menggunakan tes PCR, tim medis presiden secara hipotetis setiap saat bisa mengukur dan melacak jumlah virus dalam sampel dan mengamati penurunan muatan virus.

Namun, sebagian pakar medis ragu Trump bisa dinyatakan bebas dari risiko penularan virus secara dini mengingat waktu yang singkat sejak dia terkena penyakit itu. Mereka mengatakan tidak mungkin memastikan seseorang tidak lagi menularkan penyakit hanya 10 hari sejak awal diagnosa infeksi.

Pedoman dari CDC Amerika mengatakan bahwa, untuk kasus Covid-19 ringan atau sedang, isolasi dan tindakan pencegahan dapat dihentikan 10 hari setelah timbulnya gejala, dan setelah pasien bebas demam selama 24 jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini