TGPF Dapat Gambaran Pelaku Penembakan Pendeta di Intan Jaya Papua

Riezky Maulana, iNews · Senin 12 Oktober 2020 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 340 2292534 tgpf-dapat-gambaran-pelaku-penembakan-pendeta-di-intan-jaya-papua-XhNE33ApJQ.jpg Benny Mamoto. (Foto : FB Benny Mamoto)

JAKARTA – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah merampungkan tugasnya mengumpulkan data dan informasi terkait kasus penembakan, termasuk terhadap Pendeta Yeremia Zanambani yang terjadi di Intan Jaya, Papua. TGPF telah kembali ke Jakarta hari ini, Senin (12/10/2020).

Ketua Tim Investigasi Lapangan Benny Mamoto menuturkan, pihaknya sedikit demi sedikit telah memiliki gambaran siapa pelaku yang ada di balik kasus tersebut.

"Karena kami konteksnya adalah membuat terang. Gambaran itu tentunya bisa kami dapatkan, namun masih terbatas. Ini untuk laporan ke pimpinan dulu bukan konsumsi publik," kata Benny melalui keterangan video, Senin.

Pasca kejadian penembakan kepada TGPF, Benny menjelaskan tim tetap meneruskan kerja di Sugapa, Intan Jaya dengan menghadirkan saksi-saksi di satu tempat. Kemudian anggota TGPF mewawancarai dan mendata. Menurutnya, anggota TGPF pun dibantu tokoh masyarakat setempat bilamana ada bahasa yang kurang bisa dipahami.

"Karena tim ini bukan pro justicia, kami bekerja dengan cara yang lebih luas ketimbang penyelidikan yang diatur di KUHAP yang setiap tahap pada prosedurnya. Untuk memperoleh informasi, kami mendatangi, kami dibantu tokoh agama dan tokoh lokal, jika ada kendala bahasa kami dibantu diterjemahkan,” katanya.

Terkait pengadangan terhadap anggota TGPF oleh KKB pada Jumat (9/10/2020), Benny menjelaskan tim mendapatkan sedikit kejutan. Namun, terkini hal tersebut tidak berlarut-larut. Hal itu dikarenakan pihak keamanan yang terus meyakinkan TGPF akan terus memberikan keamanan yang esktra ketat.

Baca Juga : Pendeta Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya Papua

"Pada saat peristiwa memang kita agak kaget agak shock. Namun kita sadari bahwa kami itu berada di daerah yang memang potensial ancamannya tinggi. Ktika terjadi, shock sebentar tetapi segera pulih kembali karena aparat keamanan meyakinkan kami dengan pengamanan yang ekstra, sehingga dijamin dan diyakini tidak ada celah untuk pihak KKB melakukan serangan lagi terhadap kami," tuturnya.

Baca Juga : Keluarga Korban Izinkan TGPF Intan Jaya Autopsi Jenazah Pendeta Yeremia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini